4 Pilar Parenting Zaman Now: Seni Mendidik Anak di Era Digital

Tips Mendidik Anak di Era Milenial
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Di era serba digital ini, menjadi orang tua tak cukup hanya bermodal cinta dan intuisi. Internet, gawai, dan media sosial telah menciptakan dunia baru tempat anak-anak kita tumbuh dan membentuk identitas. Tantangan pun berubah: bukan lagi hanya soal disiplin dan nilai akademik, tapi juga soal screen time, kecanduan gadget, hingga keamanan digital.

img_title Ansor Jatim Tuntut Bos Sound Horeg yang Bilang ‘Goblok’ Minta Maaf Langsung ke MUI Jatim

Namun justru di sinilah, peran orang tua menjadi semakin penting. Bukan untuk melawan teknologi, tapi untuk mendampingi anak menjelajahnya dengan bijak.

Digital Native, Digital Smart

img_title Jatim Fest 2026 Hadir 30 September, Sasar Generasi Muda Hingga Komunitas

Anak-anak masa kini disebut “digital native”, karena sejak kecil sudah terbiasa dengan layar sentuh dan internet. Mereka bukan hanya konsumen, tapi juga kreator konten. Menurut Data We Are Social (2024), anak-anak usia 5–12 tahun di Indonesia mengakses internet rata-rata 3–5 jam sehari. Ini artinya, pendekatan pengasuhan lama tak bisa lagi sepenuhnya diterapkan di zaman baru.

Orangtua zaman now dituntut untuk melek digital. Bukan supaya bisa membatasi anak semata, tapi agar mampu menjadi mentor, bukan penjaga.

img_title Tekuni Bisnis Pembayaran Digital SpeedCash, Juliana Raih Reward Wisata ke Luar Negeri

Empat Pilar Parenting di Era Digital

1. Hadiri Dunia Digital Anak

Jangan cuma bertanya, “Ngapain main HP terus?” Cobalah masuk ke dunia mereka. Tonton YouTube bareng, pelajari game yang mereka mainkan, atau cek akun media sosial mereka tanpa menginterogasi. Hadir bukan untuk mengontrol, tapi membimbing dari dalam.

“Jika Anda tidak hadir dalam dunia digital anak, mereka akan belajar dari yang lain — dan itu bisa siapa saja,” kata psikolog anak Seto Mulyadi (Kak Seto).

2. Bangun Aturan, Bukan Larangan

Larangan total biasanya hanya efektif sementara. Sebaliknya, buat aturan bersama: kapan waktu layar boleh digunakan, di mana, dan untuk apa. Misalnya, tidak ada gawai saat makan, belajar, atau menjelang tidur. Libatkan anak dalam pembuatan aturannya agar mereka merasa dihargai.

3. Tanamkan Literasi Digital Sejak Dini

Literasi digital bukan cuma tahu cara pakai teknologi, tapi juga cara berpikir kritis terhadap informasi, menjaga etika online, dan memahami privasi. Orang tua perlu mengajarkan anak mengenali hoaks, cyberbullying, dan bahaya oversharing.

Halaman Selanjutnya
img_title