PLN Jatim Perkuat Jaringan Listrik di Madura, Dorong Ekonomi dan Industri Tumbuh

Forum PLN bersama Stakeholder di Pamekasan
Sumber :
  • Mokhamad Dofir/PLN

Surabaya, VIVA Jatim-Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus memperkuat infrastruktur kelistrikan ke Pulau Madura, Jawa Timur, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri yang semakin masif berkembang.

img_title Madura United Datangkan Vava Mario Yagalo, Lini Belakang Kian Kuat

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Ahmad Mustaqir menyampaikan, Pulau Madura merupakan bagian integral dari sistem kelistrikan Jawa Timur-Bali yang didukung ketersediaan pasokan listrik handal.

"Dengan daya mampu pembangkit sebesar 10.277 MW dan beban puncak sebesar 6.875 MW, sistem kelistrikan ini memiliki cadangan daya hingga 2.261 MW, menunjukkan kesiapan PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik yang tumbuh seiring perkembangan ekonomi dan industri," ujarnya, Minggu, 27 Juli 2025.

img_title PLN Jatim Pamerkan ASTROLT dan IMUN RTU di Surabaya Electric Forum 2026

Ia lalu merinci, Pulau Madura saat ini disuplai oleh enam gardu induk dengan total kapasitas trafo mencapai 600 MVA dan cadangan daya sebesar 259 MVA atau sekitar 45 persen.

Jaringan distribusi yang tersebar di seluruh Madura meliputi 4.330 kilometer jaringan tegangan menengah dan 8.522 kilometer jaringan tegangan rendah. Serta lebih dari 5.000 unit trafo distribusi.

img_title Madura United Pertahankan Empat Pemain Kunci

"Dengan daya mampu sistem kelistrikan sebesar 10.277 MW dan cadangan daya 2.261 MW, PLN siap mendukung kebutuhan listrik yang terus berkembang di Madura seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan sektor industri," lanjut Ahmad.

Sementara untuk mendukung kebutuhan energi di masa depan, PLN telah menyusun Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034, mencakup pembangunan beberapa proyek infrastruktur kelistrikan strategis.

Yakni berupa pembangunan Gardu Induk Tanjung Bumi dan Batumarmar yang ditargetkan terealisasi Tahun 2029, lalu PLTS Guluk-Guluk sebesar 50 MWp pada Tahun 2027, kemudian PLTMG Sumenep sebesar 30 MW, pada Tahun 2026 dan PLTB tersebar sebesar 100 MW pada tahun 2027.

Selain itu, PLN juga memastikan ketersediaan energi hingga pulau-pulau terluar di Madura, termasuk Bawean, Kangean, Gili Raja, dan lainnya. Beberapa pembangkit listrik berbasis PLTD, PLTS, dan PLTMG telah beroperasi di pulau-pulau ini, dengan total 3 desa yang masih dalam proses penyelesaian elektrifikasi yang dijadwalkan untuk 2026.

Dukungan PLN terhadap kawasan industri di Madura juga semakin menguat dengan proyeksi kebutuhan daya yang mencapai 130 MVA pada 2026, seiring dengan berkembangnya industri perkapalan, industri garam, serta sektor pertanian.

PLN dikatakan Ahmad Mustaqir, menawarkan berbagai solusi kelistrikan, termasuk Temporary Electricity Supply, Power Substation Solution, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di delapan lokasi di Madura.

Halaman Selanjutnya
img_title