Unusa Ajari Lansia Cegah Penyakit TB Paru di Surabaya
- Dokumen Unusa
Surabaya, VIVA Jatim – Tim dari Fakultas Kedokteran Universita Nahdlatul Ulama (FK Unusa) Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, baru-baru ini. Di sana, tim berupaya menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit TB paru dan skrining amnestik.
Dengan sasaran utama lanjut usia (lansia), puluhan warga hadir ke lokasi edukasi dari tim yang dipimpin oleh Dr. dr. Bastiana Bermawi, Sp.PK itu. Kenapa sasaran utamanya lansia? Karena warga kategori usia lanjut sering kali memiliki daya tahan tubuh yang menurun serta riwayat penyakit penyerta, sehingga lebih rentan terhadap infeksi seperti TB Paru.
Dengan membidik kelompok ini, Tim FK Unusa berharap dapat melakukan deteksi dini terhadap kasus potensial sekaligus meningkatkan kesadaran melalui edukasi dan skrining langsung di lapangan.
Sebelum sesi penyuluhan dimulai, para peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai TB Paru, mulai dari gejala, cara penularan, hingga pemahaman terhadap mitos dan fakta seputar TB.
Bastiana Bermawi membuka sesi edukasi dengan menjelaskan alasan pemilihan topik TB Paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, namun sangat mungkin dicegah dan diobati bila terdeteksi sejak dini.
Setelah sesi materi selesai, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman mereka meningkat. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar lansia sudah memiliki pengetahuan dasar yang cukup baik sejak awal, terutama mengenai gejala dan penyebaran TB.
Namun, edukasi tetap memperkuat dan meluruskan pemahaman mereka terhadap aspek pencegahan serta fakta medis yang sering tertukar dengan mitos.
Selain edukasi, peserta secara langsung mengikuti skrining anamnestik, wawancara untuk memeriksa riwayat kesehatan, kontak TB, dan gejala seperti batuk lebih dari dua minggu. Skrining ini dilakukan agar bisa segera dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan bila ditemukan gejala mencurigakan.