Terpilih Ketua ESI Trenggalek, Edi Suripto akan Gencarkan Pembinaan Atlet Esports

Musorkab ESI Kabupaten Trenggalek
Sumber :
  • Madchan Jazuli

Trenggalek, VIVA Jatim-Edi Suripto terpilih sebagai Ketua Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Trenggalek Periode 2024-2028 dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab). Edi berkomitmen melakukan pembinaan atlet Esports.

img_title Kebutuhan Perlindungan Kesehatan Kian Komprehensif, Sequis Luncurkan Sequis Careln

Ia menegaskan akan menjaga amanah dan menindaklanjuti rekomendasi organisasi guna melahirkan atlet-atlet kebanggaan daerah Bumi Menak Sopal.

"Kami akan menjaga kepercayaan ini dengan sungguh-sungguh, dan siap membina atlet yang bisa membawa nama baik Trenggalek di level provinsi maupun nasional," ujar Edi Suripto kepada awak media di Gedung Bhawarasa Pendopo Trenggalek, Senin, 28 Juli 2025.

img_title Heroes Push Bike Championship Perdana Diserbu 600 Rider, Peserta Datang dari Empat Negara

Pengurus ESI Jawa Timur Bidang Organisasi Ahmad Zamzam Guntur menyampaikan lima poin strategis sebagai arahan bagi kepengurusan baru di Trenggalek.

Pertama tentang konsolidasi organisasi secara menyeluruh dengan melibatkan atlet, pelatih, dan komunitas lokal. Kedua penyelenggaraan kejuaraan lokal secara berjenjang dan berkelanjutan sebagai sarana pembinaan.

img_title Kembangkan Layanan Berbasis AI, RS Korpri Pura Raharja Kerjasama dengan RS CKU St. Mary's Internasional Korsel

"Ketiga, Sinergi aktif dengan Pemda dan KONI untuk menjadikan esport sebagai prioritas pembinaan olahraga," beber Zamsam.

Lalu keempat menjaga nilai sportivitas dan integritas organisasi esports. Dan kelima pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi yang positif.

Zamzam menilai Trenggalek memiliki potensi besar dalam dunia esport. Terlebih pada Porprov Jatim, Trenggalek berhasil meraih medali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Agoes Setiyono menilai Esports Trenggalek relatif baru. Tapi prestasinya sudah bagus. Ia pun mengakui bahwa kontribusi Pemkab terhadap Esports masih minim.

"Prestasinya sudah nampak, ke depan kita upayakan memang perhatian untuk lebih dari pemerintah. Walaupun relatif muda, kami berharap terus ada peningkatan karena memang sesuI eranya olahraga penggemarnya cukup luar biasa," ujar Agoes Setiyono.

Agoes menerangkan selama ini untuk mengurangi stigma negatif, sosialisasi ke sekolah menengah pertama (SMP) agar menggelar kompetisi Esports dilakukan tahun lalu. Dari kompetisi tersebut, ingin menyampaikan pesan bahwa esports bukan hanya sekadar game permainan.

"Melainkan di dalamnya memang ada bentuk kerjasama, karena permainan tidak perorangan tapi tim," jelasnya.

Ia menuturkan dalam esports adalah sportivitas, membangun semangat, ketelitian dan kecerdasan diasah. Karena, menurutnya, tidak semua menguasai teknologi.

Halaman Selanjutnya
img_title