Modal Kecil, Untung Tetap Jalan: Kiat UMKM Bertahan di Tengah Pasar Digital
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Di tengah gemuruh ekonomi digital yang terus berkembang, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi dilema: bagaimana bertahan dan tumbuh tanpa harus tergerus oleh arus modal besar dan teknologi tinggi? Pertanyaan ini relevan, terutama bagi mereka yang baru merintis usaha dengan modal terbatas.
Namun, modal kecil bukan alasan untuk berhenti melangkah. Dengan strategi cerdas, adaptasi sederhana, dan pemanfaatan teknologi secukupnya, UMKM bisa tetap eksis bahkan ikut bersaing di tengah pasar digital yang kian kompetitif.
1. Fokus pada Produk Unggul dan Tersegmentasi
UMKM tak harus menjual “segala hal”. Justru kekuatan UMKM terletak pada spesialisasi. Pilih produk yang:
- Memiliki nilai tambah lokal (misal: batik tulis, keripik pisang organik, atau jamu herbal)
- Memiliki cerita atau keunikan yang bisa dijual (storytelling sangat penting di era digital)
- Menjawab kebutuhan pasar tertentu (niche market)
Contoh sukses:
? “Keripik Kelor Mbok Surti” asal Ponorogo, hanya menggunakan daun kelor dari ladang organik lokal dan kini rutin mendapat pesanan online dari Jabodetabek.
2. Manfaatkan Teknologi Gratis yang Sudah Ada
Modal kecil bukan hambatan untuk digitalisasi. Banyak alat bantu online yang gratis atau murah bisa digunakan oleh UMKM:
- Promosi & Branding: Gunakan WhatsApp Business, Facebook Marketplace, Instagram, dan TikTok sebagai lapak promosi.
- Manajemen Transaksi: Gunakan aplikasi kasir gratis seperti Moka Lite, BukuWarung, atau Majoo.
- Pengiriman: Gunakan layanan antar yang terintegrasi seperti GoSend, SiCepat, atau GrabExpress dengan sistem bayar di tempat.
Kata Ahli:
Menurut Muhammad Faisal, Direktur Riset CORE Indonesia, “UMKM yang memanfaatkan digital minimal 30% lebih bertahan dalam kondisi krisis dibanding yang masih tradisional.”
3. Investasi di Ilmu, Bukan Hanya Barang
Modal bisa kecil, tapi jangan pelit pada pengetahuan. Banyak pelatihan gratis dan bersertifikat dari:
- Kementerian Koperasi dan UMKM
- Baparekraf (Badan Ekonomi Kreatif)
- Program CSR perusahaan besar
- Komunitas lokal dan kampus terdekat
Kelas seperti: Fotografi produk HP, Menulis caption yang menjual, Manajemen stok sederhana—adalah bekal emas bagi UMKM digital masa kini.