Berlibur ke Pemandian Air Panas Cangar, tak Sampai 2 Jam dari Surabaya
- Istimewa
Batu, VIVA Jatim-Bosan mengisi hari libur hanya di perkotaan, mungkin Anda bisa mencoba kawasan hutan. Seperti ke Pemandian Air Panas Cangar, Kota Batu, yang terletak di kawasan Tahura Raden Soerjo. Dari Surabaya, hanya menempuh waktu sekitar 1,5 jam menggunaan kendaraan.
Selama dua hari, VIVA Jatim membangun tenda bersama teman-teman di kawasan tersebut. Pemandian air panas Cangar tak pernah sepi pengunjung dari pagi hingga sore.
Di pemandian tersebut, terdapat tiga kolam pemandian non VIP terdiri dari satu kolam khusus untuk berenang orang dewasa. Dan satu lagi khusus anak-anak. Kemudian satu kolam lagi cocok untuk sekadar duduk-duduk santai sambil berendam.
Namun selain itu, jika Anda ingin lebih privat, Pemandian Air Panas Cangar juga menyediakan kolam VIP. Setiap pemandian VIP dibanderol Rp 100 ribu per jam dengan maksimal delapan orang per kolam. Pemandian Air Panas Cangar ini dikelola oleh Dinas Kehutanan melalui UPT Tahura Raden Soerjo.
Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan UPT Tahura Raden Soerjo, Sadrah Devi mengatakan, kawasan konservasi yang dikelolanya seluas 27.800 hektar. Pengelolaan itu berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan sejak 2002.
Pemandian Air Panas Cangar menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Sadrah, setiap tahun kawasan ini menyumbang sekitar Rp 4-5 Miliar.
“Peminatnya sangat tinggi, tidak hanya dari masyarakat lokal, tapi juga dari wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Setiap tahunnya, Pemandian Air Panas Cangar dikunjungi sekitar dua ratus wisatawan. Jumlah ini menjadi indikator kuat bahwa kawasan tersebut memiliki daya tarik tinggi.
Salah satu pengunjung kolam VIP, Rahmad Ilyasan puas dengan pemandian premium tersebut.
“Menurut aku sih enak sekali ya, harganya terjangkau. Jadi bisa lebih privat,” katanya.
Menurutnya kolam VIP sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga. Airnya pun hangat dan bersih. Membuat badannya menjadi segar.
Pemandian VIP ini hadir untuk meningkatkan kualitas layanan wisata berbasis alam, sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi.
Dinas Kehutanan akan terus mendorong meningkatkan fasilitas agar kunjungan wisatawan meningkat tanpa mengurangi nilai konservasi lingkungan.