Pengamat Prediksi Film Merah Putih One For All Cepat Turun Layar di Surabaya

Daniel Lukas Rorong
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Surabaya, VIVA Jatim-Film animasi nasional Merah Putih: One For All yang baru tayang di layar lebar di Surabaya minim sambutan penonton. Pengamat perfilman Daniel Lukas Rorong memprediksi, film tersebut akan turun layar dalam waktu kurang dari sepekan.

img_title Maxus Perkuat Layanan Kendaraan Listrik Premium di Malang

Pendiri Komunitas Film Surabaya Raya itu membeberkan sejumlah alasan di balik sepinya penonton. Salah satunya, adanya aksi 'boikot' dari para pecinta film di Kota Pahlawan.

"Boikot dengan tanda kutip ya. Yang pertama karena mungkin ada beberapa aspek, di antaranya ada peran-peran dialog yang seharusnya dari suku tertentu, tapi ketika di film ternyata tidak mencerminkan dari suku tersebut. Lalu yang kedua, kontroversi sebelum film ini tayang, yang katanya dapat slot khusus, bajetnya sampai habis enam berapa miliar itu, tapi hasilnya ternyata seperti itulah," jelasnya kepada Viva Jatim, Jumat, 15 Agustus 2025.

img_title Pengundian Rejeki Nomplok 5 Plaza Surabaya Catat Pertumbuhan Transaksi Lebih dari 57,2 Persen

Daniel menilai, sentimen negatif masyarakat terhadap Merah Putih: One For All membuat banyak penonton enggan datang ke bioskop.

"Hal-hal kontroversi seperti itu yang akhirnya menimbulkan sentimen negatif dari para pecinta film. Sehingga mereka aras-arasan untuk menontonnya," ujarnya.

img_title Desainer Jatim Ronie Parero Debut di IFW 2026, Angkat Tema Mimpi Tanpa Batas

Ia menegaskan, penolakan menonton film tersebut bukan semata karena kualitasnya, melainkan akibat promosi dan sosialisasi yang kurang matang. Menurutnya, promosi film terkesan tergesa-gesa demi mengejar momen 17 Agustus, padahal momentum serupa bisa dimanfaatkan pada Hari Pahlawan 10 November.

"Harapannya ke depan bisa lebih diperbaiki lagi cara promosinya, terus cara komunikasi menyampaikan bahwa film ini akan tayang," tutur Daniel.

Ia memprediksi, film bergenre kebangsaan itu akan cepat turun layar.

"Kalau menurut perkiraan saya sih, mungkin akan menurun dan turun layar cepat. Enggak sampai satu minggu," ungkapnya.

Meski demikian, Daniel berharap masyarakat tetap menonton film tersebut sebagai bentuk apresiasi pada karya anak bangsa.

"Tetap ditonton saja, nanti setelah nonton hasilnya bagaimana, baru bisa direview dan kita apresiasilah untuk film animasi yang berbau nasionalisme buatan dalam negeri ini," tandasnya.

Diketahui, pemutaran perdana film Merah Putih One For All di Kota Surabaya, pada Kamis, 14 Agustus 2025 kemarin, sepi penonton. Film ini hanya diputar di bioskop XXI Ciputra World Surabaya dengan jadwal 5 jam tayang.

Halaman Selanjutnya
img_title