Demam Faringitis Melonjak di Surabaya, Dinkes: Masih Terkendali
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Belakangan ini, sebagian warga Surabaya banyak yang mengeluhkan demam disertai sakit tenggorokan atau faringitis. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina membenarkan adanya kenaikan kasus. Meski begitu, ia menegaskan kondisinya masih terkendali.
"Berdasarkan data yang kami catat, jumlah kasus demam disertai sakit tenggorokan memang menunjukkan adanya sedikit kenaikan, meskipun tidak signifikan. Namun demikian, kondisi tersebut di Kota Surabaya masih terkendali," kata Nanik kepada Viva Jatim, Rabu, 27 Agustus 2025.
Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang memicu kenaikan kasus ini. Pertama, penyakit menular umum seperti influenza atau radang tenggorokan yang mudah menyebar melalui droplet saat seseorang batuk atau bersin.
Lalu kedua, perubahan cuaca ekstrem yang membuat daya tahan tubuh masyarakat menurun, sehingga lebih rentan terserang virus maupun bakteri.
Lantas, apakah lonjakan kasus ini mengarah pada penyakit menular tertentu? Nanik menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi khusus.
"Kasus demam disertai radang tenggorokan yang banyak terjadi lebih mengarah pada gangguan musiman dan penyakit menular umum. Belum ada indikasi kuat yang menunjukkan penyebabnya adalah penyakit menular tertentu yang perlu diwaspadai," jelasnya.
Meski begitu, Dinkes Kota Surabaya tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, meningkatkan daya tahan tubuh, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala tidak kunjung membaik.
"Dinas Kesehatan Kota Surabaya tetap menghimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta segera periksa ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan jika gejala tidak kunjung membaik," tutupnya.