SINAR, Sistem Irigasi Pintar Ala PLN Diluncurkan di Ponorogo
- Dokumentasi PLN
Ponorogo, VIVA Jatim – PLN mengenalkan inovasi baru di sektor pertanian dengan meluncurkan SINAR akronim dari irigaSI laNcar, petAni sejahteRa. Produk berbasis energi bersih ini mulai diuji coba di Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.
Program itu sebagai langkah awal mendukung elektrifikasi pertanian sekaligus apresiasi pada Hari Pelanggan Nasional. SINAR hadir sebagai sistem irigasi pintar yang menggabungkan listrik hijau, pompa pertanian modern, serta skema pembiayaan fleksibel.
Program ini menjadi jawaban atas persoalan belum tersedianya produk bundling strategis yang bisa memberikan solusi menyeluruh bagi petani.
Manager PLN UP3 Ponorogo, Indradi Pratama melalui keterangan pers mengemukakan, inovasi ini bukan hanya mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga membantu meringankan beban biaya petani.
“Melalui SINAR, PLN menghadirkan solusi energi yang terjangkau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Harapan kami, dengan irigasi lancar, hasil panen meningkat, dan kesejahteraan petani pun semakin baik,” ungkap Indradi, Jumat, 12 September 2025.
Produk SINAR dilengkapi tiga skema layanan yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan. Mulai SPLU Pertanian untuk penyediaan listrik langsung di lahan, PLTS Atap Portable sebagai pembangkit listrik tenaga surya mandiri di wilayah sulit dijangkau, hingga PLN Grid yang terintegrasi dengan jaringan PLN dan mendukung program Renewable Energy Certificate (REC).
Dengan sistem ini, biaya produksi pertanian bisa ditekan hingga 65 persen lebih hemat dibanding penggunaan pompa diesel konvensional. Efisiensi tersebut sekaligus membuka peluang intensifikasi pertanian, di mana petani dapat melakukan tanam hingga empat kali setahun.
Produk inovatif ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Program SINAR sejalan dengan upaya menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian serta mendorong konsep Low Carbon Rice.
Koordinator Penyuluh Pertanian Wilayah Babadan, Agung, menyambut baik hadirnya program ini karena membantu petani dalam menekan biaya produksi sekaligus mendorong modernisasi pertanian.
"Kami berharap program ini bisa diperluas ke wilayah lain agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," ujar Agung.
Senada, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Suprianto mengapresiasi peran PLN dalam program ini. Dia mengatakan, inovasi ini secara otomatis mengurangi biaya produksi dan hasilnya akan meningkat.