Festival Dayung Tejoasri Lamongan Digelar Kembali, Bengawan Solo Hidup Lagi

Festival dayung Tejoasri Lamongan di aliran Bengawan Solo.
Sumber :
  • Imron Saputra/Viva Jatim

Lamongan, VIVA Jatim – Sungai Bengawan Solo yang mengalir dari Jawa Tengah hingga Surabaya di Jawa Timur bisa menjadi destinasi wisata.

img_title Tujuh Stand Pasar Agrobis Babat Lamongan Ludes Terbakar, Api Berasal dari Toko Styrofoam

Warga Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, menangkap peluang itu. Maka diadakanlah Festival Dayung Bengawan Solo secara rutin.

Pada Minggu, 14 September 2025, festival ini digelar kembali. Ratusan peserta yang tergabung dalam 64 tim ikut unjuk kebolehan dalam ajang festival tersebut.

img_title Gudang Besi Tua di Lamongan Ludes Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Warga dari berbagai kecamatan dan desa di Lamongan pun berkerumun di sepanjang tepi sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar mengatakan, festival yang resmi masuk dalam kalender pariwisata tahunan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan itu kini diadakan antar desa se-provinsi Jawa Timur.

img_title Seorang Pengendara Motor di Lamongan Tertabrak Kereta Api Usai Terobos Perlintasan Berpalang

"Total ada 64 tim dari berbagai kabupaten di Jawa Timur seperti Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, Bojonegoro, Tuban, dan lainnya yang ikut dalam festival," kata Yusuf.

Dia menjelaskan, festival dayung bukan semata ajang olah raga atau hiburan, melainkan membawa misi budaya dan sejarah yang kuat.

Festival ini adalah upaya menjaga dan menghidupkan kembali spirit kejayaan Bengawan Solo.

"Sungai ini bukan hanya jalur air biasa, tapi pernah menjadi denyut nadi ekonomi, pusat peradaban, dan sumber kehidupan bagi ribuan desa di sepanjang alirannya, termasuk Tejoasri," jelasnya.

Selain itu, festival tersebut juga menjadi momentum strategis untuk mengenalkan potensi desa serta menguatkan identitas budaya masyarakat bantaran Bengawan Solo.