Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2025 Sukses Diikuti Peserta dari Surabaya hingga Malang
- Madchan Jazuli
Trenggalek, VIVA Jatim-Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 tahun 2025 di Alun-alun Trenggalek sukses terselenggara pada 28 September–4 Oktober 2025. Peserta tahun ini cukup banyak yang berasal dari Malang hingga Surabaya.
Pamong Budaya Disparbud Trenggalek sekaligus panitia penyelengara, Heru Dwi Susanto menjelaskan bahwa festival ini secara konsisten setiap tahun digelar Pemkab Trenggalek. Menurutnya, memasuki penyelenggaraan ke-29 menandakan perjalanan sudah panjang.
"Peserta tidak hanya dari Trenggalek, namun juga dari Malang, Blitar, Surabaya dan Tulungagung," ujar Heru Dwi Susanto kepada VIVA Jatim, Sabtu, 4 Oktober 2025.
Ia mengaku pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, dari segi peserta, terdapat kategori Turonggo Yakso Bocah. Yaitu tingkat SD/MI dengan 15 peserta se-Kabupaten Trenggalek.
"Kedua tingkat itu diikuti 10 sanggar dari sekolah SMP di Kabupaten Trenggalek. Lalu, kategori SMA dan umum Turonggo yakso yang diikuti oleh 13 perwakilan," jelasnya.
Pantauan VIVA Jatim, displai FJTT cukup menarik dengan gerbang depan terdapat logo-logo komunitas pegiat kesenian. Pun juga terdapat pameran jaranan yang di tempatkan di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin sebelumya saat pembukaan mengatakan jaranan bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan sarat nilai dan ajaran. Dulu jaranan bercerita tentang kepahlawanan, perjuangan melawan musuh.
"Sekarang musuh itu ada dalam diri kita sendiri, yaitu sifat-sifat buruk. Jadi jaranan bukan hanya tarian, tapi juga ajaran yang perlu terus kita sebarkan," terang Mochamad Nur Arifin.
Mas Ipin, sapaan akrabnya ini juga melihat banyak kesenian dunia yang memiliki kemiripan dengan jaranan, seperti Gangnam Style di Korea, Hobby Horse di Finlandia, Rajasthan Dance Horse di India, hingga budaya koboi Amerika.
"Saya ingin nanti bisa berdialog dengan berbagai negara. Kalau Finlandia punya Hobby Horse sampai masuk Olimpiade, kenapa tidak kita tampilkan jaranan di level internasional," tuturnya.