Buktikan Suhu Surabaya Panas Ekstrem, Warga Goreng Telur Pakai Terik Matahari

Tangkapan layar menggoreng telur tanpa api
Sumber :
  • Akun Instagram @surabaya.terkini

Surabaya, VIVA JatimCuaca panas yang melanda Kota Surabaya akhir-akhir ini membuat sebagian warga bereksperimen dengan menggoreng telur tanpa menggunakan api. Hasilnya, telur dadar matang sempurna meskipun hanya mengandalkan terik matahari secara langsung.

img_title Radikalisme Masuk FYP: Saatnya Membangun Ruang Nyaman bagi Gen Z

Percobaan itu lalu diunggah oleh akun Intagram @surabaya.terkini, Selasa, 7 Oktober 2025. 

"Panas, panasnya, Surabaya. Loh [telurnya] matang," ucap perekam video sambil mengabadikan aksinya.

img_title Wanita yang Maki-maki Pemotor dan Pukul Anak di Mojokerto Ditetapkan Jadi Tersangka

Dalam video tampak seorang anak perempuan menuangkan adonan telur ke alat penggorengan yang sudah disiapkan. Beberapa saat kemudian adonan telur tersebut akhirnya matang sempurna.

Setelah itu seorang lelaki mencoba membalik telur dadar menggunakan sendok. Untuk membuktikan betapa panasnya cuaca Kota Surabaya akhir-akhir ini.

img_title Wanita yang Maki-maki Pemotor Pukul Anak di Mojokerto Ternyata Residivis

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda melalui sambungan Operator EWS mengatakan, suhu di kota pahlawan saat siang hari mencapai 35° sampai 36° celcius.

Fenomena ini disebut, akibat tutupan awan yang menyelimuti wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Surabaya, sangat minim. Sehingga radiasi matahari terpancar langsung tanpa penghalang yang menyebabkan suhu meningkat signifikan.

"Selain itu saat ini posisi gerak semu matahari menuju wilayah Jawa Timur, di tanggal 10 - 14 oktober 2025 nanti tepat berada diatas wilayah Jawa Timur," tulis Operator EWS BMKG Juanda kepada Viva Jatim.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai kemungkinan bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan. Serta menghindari aktifitas pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

BMKG Juanda juga mengajak masyarakat supaya bijak menggunakan air bersih dan memaksimalkan pembangunan atau perbaikan bangunan, rumah, jalan maupun saluran air selama musim kemarau.

Lalu masyarakat dihimbau senantiasa menggunakan pelindung kulit dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan dan menghindari paparan matahari langsung.

"Masyarakat dihimbau agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dipengaruhi faktor-faktor lokal. Masyarakat dan seluruh pihak terkait diminta terus memonitor perkembangan Informasi dan Peringatan Dini Cuaca dari BMKG melalui Aplikasi Mobile Phone INFO BMKG, sosial media dan berbagai kanal informasi INFO BMKG, serta Call Center 196," tutupnya.