Bayer Indonesia Ingin Terlibat dalam Upaya Pemerintah Mewujudkan Swasembada Pangan

Media Trip di Bayer Supply Center Crop Science.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Swasembada pangan salah satu fokus pemerintahan Prabowo-Gibran. Maka sektor pertanian menjadi perhatian utama pemerintah dengan mendorong agar agar produktivitas pertanian tinggi.

img_title SGN Panen Tebu Bersama KSAU di PG Semboro, Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Bayer Indonesia, melalui Bayer Crop Science Surabaya ingin ikut berkontribusi dalam upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan lewat berbagai produk obat-obatan pertanian. Harapannya dengan melindungi tanaman dari hama, produktivitas semakin tinggi.

Bayer Crop Science Site Lead Indonesia and Malaysia, Muhammad Zoel Akbar menjamin kualitas produk yang pasarkan kepada petani. Pengawasan ketat proses produksi dilakukan guna memastikan standar kualitas tetap terjaga.

img_title Gerakan Tanam Serentak, SGN Berkomitmen Dukung Hilirisasi Perkebunan

"Kami percaya bahwa inovasi dalam sains dan teknologi manufaktur bukan hanya tentang meningkatkan efisiensi, tetapi juga tentang memberikan solusi yang aman bagi lingkungan dan bermanfaat bagi petani," ujarnya dalam media trip, di Bayer Supply Center Crop Science, Surabaya, Rabu, 15 Oktober 2025.

Bayer mempunyai beberapa produk dalam melindungi tanaman, di antaranya, Antracol, Vayego, Nativo dan Ambition. Perlindungan tanaman yang tepat, petani Indonesia diyakini akan mendapatkan hasil panen yang lebih berkualitas sehingga berdampak pada kesejahteraan mereka.

img_title Puluhan Murid SMKN 1 Tulungagung Belajar Swasembada Pangan di Gudang Bulog

Lebih lanjut, Akbar menjelaskan Bayer Crop Science Surabaya Site memproduksi berbagai jenis fungisida dan insektisida, termasuk Wettable Powder (WP), Soluble Liquid (SL), Emulsified Concentrate (EC), dan Soluble Concentrate (SC) dengan kapasitas hingga 12 juta kilogram atau liter per tahun.

Sebanyak 60 persen produksi dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan petani dalam negeri. Sementara 40 persen lainnya diekspor ke pasar internasional.

“Dengan jangkauan ekspor hingga lebih dari 10 negara, Bayer Crop Science Surabaya Site menjadi bukti nyata kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global untuk Divisi Crop Science," katanya.

Akbar menegaskan perusahaan bangga dapat berperan penting dalam menyediakan solusi perlindungan tanaman yang membantu petani menghadapi tantangan hama dan penyakit. Selain itu juga ikut menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Akbar mengungkapkan pertumbuhan ekspor produk perlindungan tanaman Bayer Crop Science Surabaya Site terus menunjukkan tren positif, dengan peningkatan sekitar 5–8 persen per tahun.

Bahkan pada 2026, pertumbuhan permintaan produk fungisida dan insektisida diproyeksikan melampaui 55 persen pada 2026. Untuk mendukung pertumbuhan ini, Bayer Crop Science Surabaya Site merencanakan perluasan kapasitas produksi hingga lebih dari 130 persen pada 2027.

Halaman Selanjutnya
img_title