Mengintip Inovasi Urban Farming Terpadu UPN Veteran di Jemursari Surabaya
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Di tengah padatnya pemukiman Surabaya, siapa sangka ruang hijau kecil bisa menjadi sumber kehidupan baru, khususnya bagi sebagian warga Kelompok Tani Minasari di kawasan Jemursari, Surabaya.
Halaman rumah kini bukan sekadar tempat menjemur pakaian atau memarkir motor. Berkat inovasi dari tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, lahan sempit itu kini berubah menjadi kebun mini yang memadukan tanaman, ikan, dan ternak kecil dalam satu ekosistem berkelanjutan.
Inovasi yang diberi nama Urban Farming Terpadu Ternak-Ikan-Sayuran ini lahir dari semangat menjawab tantangan keterbatasan lahan di perkotaan.
Dipimpin oleh Profesor Wanti Mindari, tim dosen UPN Veteran Jatim mengemas konsep pertanian terpadu yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri atau BOPTN.
"Konsep ini menciptakan pola pertanian yang saling menguntungkan. Limbah organik dari ternak diolah menjadi pupuk alami untuk tanaman, sementara air kolam ikan yang kaya nutrien dimanfaatkan untuk penyiraman. Integrasi ini memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus menciptakan siklus pertanian yang berkelanjutan," jelas Profesor Wanti, Senin, 27 Oktober 2025.
Limbah organik dari ternak diolah menjadi pupuk alami untuk tanaman, sementara air kolam ikan yang kaya nutrisi digunakan untuk menyiram tanaman. Dengan cara ini, tidak ada sumber daya yang terbuang percuma. Hasilnya, lingkungan menjadi lebih hijau, sehat, dan produktif.
Tak hanya teori, tim dosen juga turun langsung memberi pelatihan teknis kepada anggota kelompok tani. Mulai dari pembuatan raised bed, pemeliharaan ikan dan ternak, hingga pengelolaan limbah organik. Pendampingan juga diberikan agar hasil panen dan budidaya bisa menjadi sumber pangan mandiri sekaligus peluang usaha bagi warga.
"Kami berharap konsep ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat perkotaan dalam memanfaatkan ruang hijau secara produktif sekaligus ramah lingkungan," katanya.
Santi, Ketua Kelompok Tani Minasari, mengaku mendapat banyak ilmu baru dari program ini.
"Program ini memberikan wawasan baru. Kami jadi tahu bahwa halaman rumah bisa lebih produktif. Tanaman bisa tumbuh subur, ikan bisa dibudidayakan, dan hewan ternak juga bisa dipelihara tanpa merusak lingkungan," ujarnya.