HKI Perkuat Kolaborasi Indonesia-Tiongkok untuk Industrialisasi Hijau

Delegasi HKI di Beijing.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA Jatim-Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) memperkuat kolaborasi dengan Tiongkok untuk industrialisasi hijau dan rendah karbon. Perwakilan dari mereka mengikuti program China–Indonesia Industrial Park Green Development di Beijing dan Tianjin pada 26–30 Oktober 2025 lalu. Program ini mempertemukan pengambil kebijakan, pengelola kawasan industri, dan lembaga riset dari kedua negara.

img_title Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Jadi Ruang Pengetahuan Perkembangan Energi dan Kebutuhan Industri

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga yang juga salah satu delegasi yang hadir, Didik Prasetiyono mengungkapkan dalam program tersebut berbagai inovasi ditampilkan, mulai dari penerapan microgrid untuk energi hijau, sistem manajemen karbon berbasis Internet of Things (IoT), hingga konsep zero-waste industrial park.

"Pendekatan ini menunjukkan bagaimana Tiongkok berhasil memadukan kebijakan, riset ilmiah, dan teknologi lingkungan secara terpadu untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan,” ujar Didik dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 4 November 2025.

img_title Pelaku Usaha Keluhkan KBLI 2025, Kadin Jatim Dorong Regulasi yang Lebih Efisien

Didik menambahkan, pada sesi kunjungan ke China Center for Information Industry Development (CCID), yang merupakan bagian dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (Ministry of Industry and Information Technology / MIIT), delegasi Indonesia mempelajari peran riset dan data industri dalam perumusan kebijakan nasional. CCID, lembaga strategis di bawah MIIT, berperan penting sebagai penggerak riset, analisis data, dan kerja sama internasional yang mendukung kebijakan industri berbasis inovasi.

“Sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan industrialisasi berbasis pengetahuan di Tiongkok. Pola seperti ini menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk memperkuat transformasi industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi,” ungkap kandidat doktor Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Universitas Airlangga (Unair) ini.

img_title Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Perkuat Industri di Timur Indonesia

Didik menegaskan pentingnya sinergi riset, kebijakan, dan industri dalam mempercepat transformasi hijau. Menurutnya, setiap investasi teknologi lingkungan adalah keputusan lintas generasi yang harus dirancang efisien dan adaptif untuk jangka panjang.

Ia menilai pengalaman Tiongkok membuktikan bahwa transformasi hijau berhasil bila negara memiliki arah kebijakan yang jelas. Pemerintah Tiongkok menjadi penggerak utama dengan strategi transisi energi yang tegas, riset yang kuat, dan kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta.

Halaman Selanjutnya
img_title