SPKLU Center Surabaya, Upaya PLN Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik
- Rahmat Fajar
Surabaya, VIVA Jatim-PT PLN (Persero) meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center yang berlokasi di PLN UP3 Surabaya Selatan, Jumat, 7 November 2025. SPKLU Center ini merupakan yang keempat di Indonesia.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir mengatakan keberadaan SPKLU Center ini bentuk dukungan PLN terhadap terbangunnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, SPKLU Center ini merupakan yang pertama di Jatim yang hadir di Surabaya.
"Surabaya ini lokasinya strategis, Ibu Kota Provinsi," ujarnya saat peresmian SPKLU Center.
Selain itu, kata Mustaqir, Surabaya juga menjadi pusat ekonomi di wilayah Indonesia Timur. Ia berharap SPKLU Center tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam mengisi kendaraan listriknya.
Mustaqir menjelaskan di SPKLU Center ini terdapat 4 unit pengisian daya tipe ultra fast (100-200 kw) dan 2 unit pengisian daya tipe medium fast (22 kw). Berbagai fasilitas pendukung juga tersedia seperti sport center hingga kafe dengan parkir yang cukup luas.
Sementara untuk jumlah SPKLU di Jatim, Mustaqir mengungkapkan sebanyak 280 unit yang tersebar di 150 lokasi. Seperti di Surabaya sebanyak 38 unit dan 50 unit di Malang.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto mengatakan kebutuhan SPKLU ke depannya akan semakin tinggi seiring dengan upaya pemerintah mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Ia mengungkapkan saat ini, angka mobil listrik di Indonesia sekitar 125 ribu. Sedangkan untuk sepeda motor yakni dua juta motor listrik.
Pemerintah menargetkan pengguna mobil listrik pada 2026 mencapai 160 ribu. Bahkan ia memprediksi angka pengguna mobil listrik bisa mencapai 200 ribu pada akhir 2026 dan motor sekitar dua juta lebih.
"PLN semua mendukung upaya pemerintah dalam kendaraan listrik dengan menyediakan SPKLU," katanya.
Semakin meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik di Indonesia, menurut Adi, menandakan masyarakat mulai sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi efek rumah kaca dan hidup hemat. Apalagi kesadaran tersebut didukung oleh harga kendaraan listrik yang lebih murah. Termasuk dari sisi biaya operasionalnya.
Oleh karena itu, Adi menegaskan PLN jangan sampai membuat masyarakat kecewa karena kurangnya SPKLU. Maka, Adi meminta PLN agar mengimbau kepada swasta untuk juga membuka SPKLU.