Ratusan Peserta Ramaikan Batik Fashion Fair 2025, Peluang Buka Market dari Indonesia Timur

Arumi Bachsin Mengunjungi Salah Satu Booth Batik Fashion Fair 2025.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Ratusan peserta memeriahkan Batik Fashion Fair (BFF) 2025 yang berlangsung pada 12-16 November 2025, di Grand City Mall Surabaya. Berbagai motif batik dari berbagai daerah di Jawa Timur memanjakan para pengunjung.

img_title Surabaya Printing Expo Hadir 8 Juli 2026, Dorong Transformasi Industri Grafika Nasional

Direktur Utama PT Dayapromo Mitra Tama Dadan M. Kushendarman mengakui bahwa batik hingga saat ini terkesan masih segmented. Batik hanya dipakai untuk momen dan kalangan tertentu. Karena itu, untuk menarik konsumen dari berbagai kalangan maka juga mengikuti perkembangan batik terkini.

"Dan walaupun suasana ekonomi yang kurang kondusif, tetap kita mengadakan promosi, pameran. Wadah ini perlu sekali untuk mengangkat perekonomian khususnya bidang UMKM," ujarnya saat ditemui usai pembukaan, Rabu, 12 Februari 2025.

img_title Pedjoeang Batik Hadir di Surabaya, Ingin Ajak Masyarakat Ikut Lestarikan Batik

Dadan mengatakan target transaksi dari event ini yakni antara Rp 3-4 miliar. Namun angka tersebut tidak dihitung dari spot sales atau transaksi langsung saat pameran berlangsung. Sebab ada transaksi yang juga tidak langsung di tempat.

"Jadi kita selalu monitor pasca event setelah dua bulan, tiga bulan ke depan. Kita monitor setelah kita berikan arahan," katanya.

img_title Fashionology 2026 UC Surabaya: Koleksi Bertema Skizofrenia hingga Hip Hop Lokal Curi Perhatian Pengunjung

Sebab Dadan berharap mereka yang baru mengikuti event ini atau pemula dapat mencari wholesale atau reseller. Dadan juga berharap pameran batik yang digelar oleh perusahannya bisa bertahan lama.

Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin menilai BFF 2025 membuka peluang untuk market dari Indonesia Timur. Dan Arumi melihat berbagai UMKM batik sangat antusias mengikuti BFF.

"Harapan kita sih ini menjadi acara yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya, dan memang sudah terbukti, setiap tahun itu ditanyain, setiap tahun ditunggu. Jadi tidak hanya pemeran-nya saja, tapi juga nanti akan banyak talkshow. Itu juga yang penuh dengan sharing session. Jadi bisa bermanfaatlah untuk semua kalangan fashion," tutur Arumi yang membuka BFF 2025.

Istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak ini juga mendorong agar batik bisa juga diminati oleh Gen Z. Menurutnya hanya perlu penyesuaian dari produk batik itu sendiri dengan selera Gen Z.

Menurut Arumi, sejatinya Gen Z tertarik kepada batik. Hanya saja mereka baru memakai batik pada saat acara tertentu saja, bukan keseharian.

Halaman Selanjutnya
img_title