Maksimalkan Potensi Anak, Sampoerna Academy Perkuat Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah
- Rahmat Fajar
Surabaya, VIVA Jatim-Sampoerna Academy terus memperkuat komitmennya dalam memaksimalkan potensi terbaik siswa melalui ekosistem pendidikan yang holistik dan kolaboratif. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi antara orang tua, guru dan sekolah.
Karena sebagai pionir pendidikan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di Indonesia, Sampoerna Academy meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang akan berkembang secara optimal ketika sekolah dan orang tua berjalan beriringan dalam mendukung proses pembelajaran.
Membangun komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua tidak hanya berdampak positif bagi siswa, tetapi juga memperkuat peran guru dan orang tua sebagai mitra strategis dalam pendidikan.
Melalui kolaborasi yang kuat dan komunikasi transparan, kedua pihak dapat berbagi tujuan sama dalam membentuk karakter, motivasi, serta sikap belajar positif siswa.
Adelina Holmes, selaku Principal of Sampoerna Academy Pakuwon Indah Surabaya, menegaskan bahwa kemitraan antara orang tua dan sekolah memegang peran penting dalam mendukung perkembangan anak. Ia meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang dapat dimaksimalkan ketika sekolah dan orang tua saling terhubung dan bekerja sama.
Dalam lingkungan seperti ini, siswa akan tumbuh dengan rasa percaya diri, memiliki motivasi belajar tinggi dan siap menghadapi tantangan global.
"Di sinilah fondasi pendidikan kelas dunia serta semangat pembelajar seumur hidup dibangun sejak dini, melalui sinergi kuat antara rumah dan sekolah," ujarnya.
Menurutnya yang membedakan pendekatan yang dilakukan Sampoerna Acadamy adalah tidak hanya fokus pada apa yang anak pelajari hari ini. Tetapi juga pada bagaimana mereka melihat belajar sebagai sebuah proses berkelanjutan, bukan sesuatu yang instan.
Mary Jane Daggao Luyon Fajardo selaku Principal of Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya menambahkan bahwa kolaborasi antara orang tua dan sekolah berkembang secara dinamis seiring jenjang pendidikan.
Menurutnya guru tidak hanya membangun dasar belajar, tetapi juga membantu siswa menjadi lebih mandiri dan berpikir luas. Siswa diajak menjadi pemimpin dalam proses belajarnya. Sementara orang tua dilibatkan secara aktif untuk mendukung dan merencanakan perjalanan akademik anak.