Dokter Gigi Sebut Penyakit Gusi Bisa Jadi Silent Killer

Pemeriksaan Gigi kepada Anak di RS Gigi dan Mulut FKG Unair.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Dekan Fakuktas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Muhammad Luthfi menyebut penyakit gusi merupakan 'silent killer'. Sebab gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit.

img_title Hadir dengan Konsep Lari, Kuliner dan Musik, Ribuan Peserta Antusias Ikuti Crystalin RunXperience Surabaya 2026

Menurut Prof. Luthfi penyakit gusi merupakan permasalahan gigi kedua terbesar di Indonesia setelah gigi berlubang. Namun banyak orang yang mengabaikan masalah tersebut. Padahal jika dibiarkan penyakit gusi tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, namun bisa menjadi bahaya tersembunyi yang mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Ia menjelaskan penyakit gusi memiliki dua tahapan, pertama adalah gingivitis yang ditandai dengan gejala gusi bengkak, merah, atau mudah berdarah. Pada tahap ini, masalah gusi masih dapat diatasi dan bahkan bisa menjadi kembali sehat dengan perawatan yang tepat.

img_title RS Premier Surabaya Berkomitmen Terus Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan kepada Pasien

Selanjutnya adalah periodontitis. Di tahap ini kerusakan sudah sampai ke tulang dan jaringan pendukung gusi. Seringkali bersifat irreversible, di mana gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal.

"Yang perlu kita waspadai, bakteri dari gusi yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, diabetes, hingga infeksi pernafasan dan komplikasi kehamilan,” ujar Prof Luthfi dalam Talkshow Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025, di FKG Unair.

img_title Kebutuhan Perlindungan Kesehatan Kian Komprehensif, Sequis Luncurkan Sequis Careln

Direktur RSGM Unair, Prof. Agung Krismariono menambahkan selama satu tahun terakhir, jumlah keluhan gusi yang dialami oleh pasien RSGM UNAIR dari September 2024 sampai dengan September 2025 kurang lebih sebanyak 2.150 kasus, di mana kebanyakan sudah dalam kondisi yang cukup parah. Artinya permasalahan ini memang sering terjadi di tengah masyarakat Surabaya.

Untuk itu, dengan target memberikan manfaat pada 750 pasien, di BKGN 2025 seluruh tim RSGM UNAIR yang terdiri dari staf klinis dan non klinis, dokter gigi muda, dokter gigi, dokter gigi spesialis, dan dokter gigi sub spesialis siap melayani dan mengedukasi masyarakat untuk terus menjaga kesehatan gusi.

Salah satu edukasi yang diberikan yakni menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur menggunakan pasta gigi khusus untuk kesehatan gusi. Kemudian melakukan pembersihan karang gigi secara teratur, serta kontrol rutin ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.

Halaman Selanjutnya
img_title