Dokter Gigi Sebut Penyakit Gusi Bisa Jadi Silent Killer
- Rahmat Fajar
Surabaya, VIVA Jatim-Dekan Fakuktas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Muhammad Luthfi menyebut penyakit gusi merupakan 'silent killer'. Sebab gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Menurut Prof. Luthfi penyakit gusi merupakan permasalahan gigi kedua terbesar di Indonesia setelah gigi berlubang. Namun banyak orang yang mengabaikan masalah tersebut. Padahal jika dibiarkan penyakit gusi tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, namun bisa menjadi bahaya tersembunyi yang mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Ia menjelaskan penyakit gusi memiliki dua tahapan, pertama adalah gingivitis yang ditandai dengan gejala gusi bengkak, merah, atau mudah berdarah. Pada tahap ini, masalah gusi masih dapat diatasi dan bahkan bisa menjadi kembali sehat dengan perawatan yang tepat.
Selanjutnya adalah periodontitis. Di tahap ini kerusakan sudah sampai ke tulang dan jaringan pendukung gusi. Seringkali bersifat irreversible, di mana gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal.
"Yang perlu kita waspadai, bakteri dari gusi yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, diabetes, hingga infeksi pernafasan dan komplikasi kehamilan,” ujar Prof Luthfi dalam Talkshow Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025, di FKG Unair.
Direktur RSGM Unair, Prof. Agung Krismariono menambahkan selama satu tahun terakhir, jumlah keluhan gusi yang dialami oleh pasien RSGM UNAIR dari September 2024 sampai dengan September 2025 kurang lebih sebanyak 2.150 kasus, di mana kebanyakan sudah dalam kondisi yang cukup parah. Artinya permasalahan ini memang sering terjadi di tengah masyarakat Surabaya.
Untuk itu, dengan target memberikan manfaat pada 750 pasien, di BKGN 2025 seluruh tim RSGM UNAIR yang terdiri dari staf klinis dan non klinis, dokter gigi muda, dokter gigi, dokter gigi spesialis, dan dokter gigi sub spesialis siap melayani dan mengedukasi masyarakat untuk terus menjaga kesehatan gusi.
Salah satu edukasi yang diberikan yakni menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur menggunakan pasta gigi khusus untuk kesehatan gusi. Kemudian melakukan pembersihan karang gigi secara teratur, serta kontrol rutin ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.