Ketua Ansor Jatim Minta Pemprov Keluarkan Kebijakan Pembatasan Penggunaan HP di Sekolah

Ketua Ansor Jatim Musaffa Satria di acara Ansor University.
Sumber :
  • Dokumen Ansor Jatim.

Lamongan, VIVA Jatim – Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menyampaikan pentingnya langkah afirmatif untuk membatasi penggunaan handphone (HP) di lingkungan sekolah. Itu penting untuk menguatkan konsentrasi dan prestasi siswa, juga mencegah prilaku melanggar seperti bullying atau perundungan.

img_title Antusias Ratusan Pengasuh Pondok Ikuti Workshop Kepesantrenan di Pesantrennya Kiai Imjaz

Safril mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Pendidikan, untuk mempertimbangkan langkah afirmatif seperti itu. Ia menilai, kebijakan pembatasan HP dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan yang sehat dan berbasis karakter.

“Jawa Timur perlu ikut mempertimbangkan penerapan regulasi pembatasan penggunaan handphone di sekolah. Kebijakan ini bukan untuk membatasi kreativitas siswa, tetapi untuk memastikan bahwa proses belajar berlangsung optimal dan terarah,” kata Safril dalam kegiatan PKL Ansor University Jawa Timur di Unisda Lamonga, Kamis kemarin.

img_title Tujuh Stand Pasar Agrobis Babat Lamongan Ludes Terbakar, Api Berasal dari Toko Styrofoam

“Beberapa provinsi dan kabupaten telah mengambil langkah tegas [pembatasan HP di sekolah]. Ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa ruang pendidikan harus kembali menjadi ruang yang aman dan fokus bagi siswa,” imbuhnya.

Dia menyebut beberapa provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan kebijakan pembatasan HP di lingkungan sekolah. Di antaranya Dinas Pendidikan Sumatera Barat yang mengeluarkan SE larangan penggunaan HP di SMA, SMK, dan SLB sejak Juni 2025.

img_title Wagub Emil Sebut 600-an Desa di Jatim Masih Susah Sinyal

Kemudian Kota Mataram, NTB, yang melarang siswa SD, SMP, MI, dan MTs membawa HP ke sekolah, berlaku sejak Februari 2025. Lalu Gubernur Lampung menerbitkan SE Pembatasan Penggunaan HP di sekolah. Cianjur, Jawa Barat, juga demikian, melarang melarang siswa SD dan SMP membawa HP ke sekolah sejak Maret 2025.

Menurut pria asal Sumenep, Madura, itu, kebijakan-kebijakan tersebut terbukti relevan dengan kebutuhan pembinaan peserta didik di era digital. Selain untuk meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar, pembatasan HP juga dimaksudkan untuk menekan potensi penyalahgunaan seperti bullying, cyberbullying, hingga akses konten negatif.

Terkait pelaksanaan PKL Ansor University, Safril menyampaikan bahwa itu merupakan upaya Ansor Jatim untuk memperkuat kapasitas intelektual kader, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda NU yang berwawasan luas, beradab, dan responsif terhadap tantangan zaman, termasuk isu-isu pendidikan digital.