Petani di Tulungagung Dapat Layanan Uji Tanah Persawahan Gratis
- Madchan Jazuli
Tulungagung, VIVA Jatim-Puluhan petani di Desa Suwaluh Kecamatan Bandung Tulungagung mendapatkan layanan uji tanah persawahan secara gratis. Hasil uji tanah tersebut akan direkomendasikan penggunaan pupuk secara tepat dan berimbang menyesuaikan kondisi tanah.
Petugas Pupuk Indonesia Layanan Uji Tanah Wilayah Jatim II dari Divisi PPR3 Pendukung Penjualan, Muhamad Saiful Anwar mengungkapkan layanan uji tanah ini diberikan ke kelompok tani secara gratis. Total ada lima mulai nitrogen, fosfat, kalium, PH Tanah dan cadangan C Organik.
"Kita kasih ke petani gratis agar tahu bahwa kondisi tanah seperti apa, petani itu akan kasih rekomendasi proses pemupukan," ujar Muhamad Saiful, Rabu, 26 November 2025.
Ia mengatakan meski proses uji secara kasat mata sudah bisa diketahui, namun membutuhkan waktu sekitar satu Minggu untuk hasil secara detail. Petani akan mendapatkan rekomendasi treatmen untuk mengolah tanah sesuai kandungan tanah.
"Petani akan mendapatkan lembaran kertas itu ada kolomnya kondisi tanah. Seperti kandungan NPK disitu ada dosis rekomendasi pemupukan," tandasnya.
Sementara Penyuluh Pertanian Desa Suwaluh, Imam Sopingi menjelaskan bahwa di Suwaluh daerahnya sering tergenang air sehingga biasanya tanah bersifat asam. Melalui uji tanah ini petani benar-benar mengetahui pemupukan sesuai takaran.
"Dikasih uji tanah supaya bisa kita memberikan pupuk secara tepat, bahan organik atau kimia biasanya, makanya diujikan," jelasnya.
Ia bersyukur bahwa Gapoktan di Desa Suwaluh ini cukup aktif. Sehingga usulan uji tanah ini melalui serangkaian proses penyuluhan. Akhirnya dari petani ingin menguji kandungan apakah sudah standar.
Imam menambahkan edukasi sebelumnya dari dinas sudah pernah dilakukan. Namun ia mengakui petani cenderung menggunakan pupuk kimia.
"Tapi kenyataannya tanah perlu pembaruan melalui pupuk organik. Pemerintah menggalakkan kembali ke organik," jelasnya.
Terpisah, salah satu petani Desa Suwaluh Imam Zaini yang memiliki luas lahan 1,5 hektare mengaku senang dengan adanya layanan uji tanah. Pasalnya, hasil pengecekan ini cukup membantu karena memang dirinya mendapatkan masalah dari tanah garapannya.
"Keluhan saya ketika saya tanami berturut-turut selama 3 kali, biasanya 2 kalo padi 1 palawija ini yang terskhir ini 3. Kendalanya itu setelah dipupuk itu ada yang pertumbuhannya tidak maksimal, ambles atau bagaimana," tutur Imam.