Pelajar Jatim Pamer Inovasi Era Disrupsi di Demo Day Century & Digital Skill 2025

Demo Day Century & Digital Skill 2025.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama UNICEF Indonesia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meresmikan pembukaan Demo Day Century Skill dan Digital Skill 2025.

img_title Sebanyak 618.479 Murid Baru di Jatim Ikuti MPLS Mulai 13 Juli, Dindik Larang Perpeloncoan

Ajang ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi strategis tiga institusi besar dalam mencetak generasi muda yang adaptif dan unggul menghadapi tantangan zaman.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Ia hadir bersama jajaran mitra internasional dan akademisi, di antaranya Chief of Education UNICEF Indonesia Katheryn Bennet, Wakil Rektor IV ITS Prof. Agus Muhammad Hatta, Wakil Konsul Jenderal Australia Christine Bui, serta Chief of Field Office UNICEF Indonesia untuk Jawa, Tubagus Arie Rukmantara.

img_title Khofifah Sebut Proses Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Berjalan Lancar

Dalam sambutannya, Aries menegaskan bahwa Ekosistem Pendidikan Jatim yang terbentuk dari hasil sinergi Pemprov Jatim, UNICEF, dan ITS telah memberi dampak signifikan bagi transformasi pendidikan.

“Sinergi ini memperkaya ekosistem pendidikan di Jawa Timur. Mulai penyediaan modul, pelatihan, pendampingan mentor, hingga kesempatan bagi remaja untuk bereksperimen dan berinovasi, semuanya menjadi kunci masa depan mereka,” ujar Aries.

img_title Kunjungi UMSURA, Kepala BRIN: Kampus Harus Hasilkan Inovasi, Bukan Sekadar Jurnal Ilmiah

Kamis, 27 November 2025. Ia menambahkan, kolaborasi ini memastikan siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator dan inovator yang mampu menjawab kebutuhan era digital. Program Digital Skill UNICEF juga dipadukan dengan program andalan Pemprov Jatim, yaitu SMA Double Track inisiatif yang sudah berjalan sejak 2018 bersama ITS.

Program ini menyasar siswa SMA non-vokasi agar memiliki keterampilan vokasional sekaligus kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi maupun langsung terjun ke dunia kerja atau wirausaha. Integrasi tersebut memperkuat penerapan keterampilan abad ke-21, seperti pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital, sebagai fondasi penting dalam menghadapi perubahan global.

Puncak acara Demo Day diwarnai presentasi tujuh tim terbaik yang menampilkan inovasi berbasis teknologi. Para siswa memamerkan aplikasi mobile hingga proyek Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk menjawab persoalan sehari-hari.

“Inovasi mereka menunjukkan kemampuan menerapkan ilmu untuk menciptakan solusi nyata. Ini bukti bahwa program ini efektif menumbuhkan jiwa eksperimen, problem solving, serta kewirausahaan digital,” kata Aries.

Halaman Selanjutnya
img_title