Survei Sun Life Temukan Banyak Usaha Keluarga Belum Siapkan Penerus Bisnis
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Tak banyak usaha keluarga yang mempersiapkan keberlanjutan usahanya di masa depan. Berdasarkan survei terbaru Sun Life Asia, meski sebagian besar pemilik usaha berniat menyiapkan pengaturan warisan, hanya 27 persen responden yang sudah memiliki rencana penerus usaha yang lengkap. Sehingga hampir tiga perempat usaha keluarga masih belum siap.
Kesenjangan ini menegaskan perlunya langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan usaha dan kesejahteraan yang dihasilkannya.
Maika Randini, Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia mengatakan peralihan kekayaan lintas generasi dalam skala besar sudah berlangsung di Asia. Sehingga penting bagi para pemilik usaha untuk mempersiapkan masa depan dan menjaga warisan mereka.
Namun menurutnya hanya sedikit pemilik usaha yang memiliki rencana penerus usaha yang jelas, meskipun mayoritas ingin memastikan kekayaan mereka terjaga untuk generasi berikutnya.
Menurut survei, meski 94 persen keluarga pemilik usaha berencana menyiapkan pengaturan warisan menyeluruh, hanya 27 persen yang memiliki rencana penerus usaha yang sepenuhnya tersusun. Hal tersebut membuat masa depan banyak usaha belum pasti.
Kemudian sebanyak 25 persen baru memiliki sebagian rencana, 24 persen sedang menyusunnya. Sementara 19 persen belum memiliki rencana apa pun meskipun berniat melakukannya suatu hari nanti.
Tantangan terbesar terlihat di Vietnam, di mana hanya 14 persen yang memiliki rencana penerus usaha terstruktur, dibandingkan 39 persen di Indonesia, tertinggi di antara negara yang disurvei. Di Hong Kong, hanya 20 persen yang memiliki rencana lengkap, sementara di Singapura angkanya mencapai 28 persen.
Di antara penerus keluarga yang terlibat dalam operasional bisnis, hanya 44 persen yang menyatakan generasi sebelumnya telah mengomunikasikan rencana warisan secara menyeluruh. Komunikasi ini bahkan lebih jarang terjadi pada keluarga yang penerusnya tidak terlibat dalam bisnis, turun menjadi hanya 27 persen.
Mayoritas responden yang sudah terlibat dalam bisnis keluarga mengatakan pembahasan warisan dilakukan melalui rapat keluarga formal (57%), diikuti percakapan formal satu lawan satu (52%), dan diskusi informal (43%). Saat ditanya forum ideal untuk membahas warisan, responden tetap memilih rapat keluarga formal (61%), percakapan formal satu lawan satu (50%), dan dokumentasi tertulis (38%) seperti surat wasiat.