Ikatemi akan Mendorong Lahirnya Tenaga Elektromedis Baru

Ketua Umum DPP IKATEMI Agus Komarudin.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Ketua Umum DPP Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI), Agus Komarudin menyatakan organisasinya siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan. Maka dari itu sudah saatnya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas.

img_title Kembangkan Layanan Berbasis AI, RS Korpri Pura Raharja Kerjasama dengan RS CKU St. Mary's Internasional Korsel

Agus mengatakan ke depan akan terus mendorong lahirnya tenaga elektromedis baru. Pasalnya, kebutuhan untuk tenaga tersebut sangat tinggi.

"IKATEMI merupakan lembaga profesi yang di mana itu akan mendorong menjadi tempat untuk dapat produksi tenaga elektromedis," ujarnya, dalam acara Simposium, di Surabaya, Kamis, 11 Desember 2025.

img_title Kapas Tinggi

Ia mengakui bahwa tranformasi kesehatan tak bisa dihindari. Menurutnya elektromedis harus bisa beradaptasi dengan kecepatan perkembangan di dunia kesehatan.

"Setiap tahun harus kita update menuju lebih baik. Kita satukan semangat kita untuk menjadikan IKATEMI mendunia," katanya.

img_title HUT ke-52, RS Korpri Pura Raharja Tambah Layanan Penyakit Dalam, Jantung, Mata, Syaraf, Rehab hingga Psikolog Klinis

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Erwin Astha Triyono mengakui bahwa jumlah elektromedis di Jawa Timur masih sangat kurang. Saat ini baru ada 711 tenaga elektromedis di Jatim.

"Kalau Jawa Timur ada 40 juta jiwa, berarti idealnya harus menyiapkan dua ribu tenaga elektromedis," ungkapnya.

Namun selain perlunya penambahan tenaga elektromedis, Prof. Erwin berharap semua kabupaten/kota di Jawa Timur, rumah sakitnya bisa menempatkan tim yang canggih terkait dengan elektromedis.

Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, Dokter Martha Muliana Lumogom Siahaan menegaskan berjalannya sebuah rumah sakit tidak hanya bergantung kepada dokter saja. Melainkan juga tenaga lainnya seperti perawat, perekam medis dan elektromedis yang dinilai memiliki peranan sangat penting.

"Di era teknologi semaju ini ternyata elektromedis jadi profesi yang sangat dicari. Sejak seluruh RS menggaungkan bahwa harus jadi smartdigital hospital, elektromedis jadi profesi sangat penting," katanya.

Ia menegaskan elektromedis kini bukan hanya sebagai pendukung. Sebab seluruh aktivitas di rumah sakit telah menggunakan teknologi.

"Saya orang teriak gak bisa enggak elektromedis harus ada," tuturnya.