Pakar Untag Surabaya Ungkap Risiko Tersembunyi Society 5.0 bagi Masa Depan Indonesia
- Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim
Peran Strategis Perguruan Tinggi
Supangat menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab besar mencetak generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga kritis dan peka terhadap dampak sosialnya.
"Mahasiswa harus memahami risiko ketimpangan digital, menjaga privasi data, dan menuntut keadilan dalam regulasi AI. Mereka tidak boleh hanya jadi pengguna pasif," tuturnya.
Selain itu, masyarakat sipil juga disebut perlu aktif merebut narasi teknologi agar digitalisasi benar-benar menghadirkan keadilan dan kesejahteraan.
Menuju Masa Depan Digital yang Beretika
Supangat menyimpulkan bahwa optimisme terhadap teknologi harus dibarengi kesadaran kritis dan kebijakan inklusif.
"Society 5.0 seharusnya menjadi panduan membangun masyarakat pintar, inklusif, dan beretika. Tanpa itu, janji kemajuan bisa berubah menjadi realitas yang justru mengorbankan kelompok paling rentan," ujarnya.
Ia menegaskan, masa depan digital Indonesia tidak ditentukan oleh teknologi semata, tetapi oleh kemampuan masyarakat dan institusi pendidikan memastikan teknologi benar-benar menjadi alat pemberdayaan.
“Masa depan digital ada di tangan kita. Jangan sampai Society 5.0 hanya menjadi ilusi futuristik yang jauh dari kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: Rachmad Fahrizal Tito/Surabaya