Pakar Untag Surabaya Ungkap Risiko Tersembunyi Society 5.0 bagi Masa Depan Indonesia

Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat, Ph.D
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim

Peran Strategis Perguruan Tinggi

img_title Galaxy Z Fold 8 Sematkan AI Canggih, Harga Mulai Rp19,9 Juta

Supangat menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab besar mencetak generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga kritis dan peka terhadap dampak sosialnya.

"Mahasiswa harus memahami risiko ketimpangan digital, menjaga privasi data, dan menuntut keadilan dalam regulasi AI. Mereka tidak boleh hanya jadi pengguna pasif," tuturnya.

img_title Spanyol Taklukkan Argentina, Untag Surabaya Soroti Disiplin dan Strategi sebagai Kunci Juara

Selain itu, masyarakat sipil juga disebut perlu aktif merebut narasi teknologi agar digitalisasi benar-benar menghadirkan keadilan dan kesejahteraan.

Menuju Masa Depan Digital yang Beretika

img_title Cerita Mahasiswa Psikologi Untag Surabaya Raih Bronze Medal Mandalika Essay Competition 2026

Supangat menyimpulkan bahwa optimisme terhadap teknologi harus dibarengi kesadaran kritis dan kebijakan inklusif.

"Society 5.0 seharusnya menjadi panduan membangun masyarakat pintar, inklusif, dan beretika. Tanpa itu, janji kemajuan bisa berubah menjadi realitas yang justru mengorbankan kelompok paling rentan," ujarnya.

Ia menegaskan, masa depan digital Indonesia tidak ditentukan oleh teknologi semata, tetapi oleh kemampuan masyarakat dan institusi pendidikan memastikan teknologi benar-benar menjadi alat pemberdayaan.

“Masa depan digital ada di tangan kita. Jangan sampai Society 5.0 hanya menjadi ilusi futuristik yang jauh dari kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Rachmad Fahrizal Tito/Surabaya