Diskusi Gotrade di Surabaya, Tekankan Literasi Saham dan Ingatkan Bahaya FOMO
- Mokhamad Dofir
Andika menyampaikan beberapa pesan penting kepada masyarakat agar lebih bijak dalam berinvestasi. Pertama, hindari FOMO karena itu dapat membuat investor mengambil keputusan tanpa kalkulasi.
Kedua, kenali profil risiko agar porsi investasi sesuai dengan kemampuan dan karakter keuangan masing-masing. Dia juga menegaskan pentingnya menggunakan uang dingin, bukan dana kebutuhan harian atau bahkan dana pinjaman.
"Jangan sampai all-in lalu besoknya pinjol. Itu sama saja bunuh diri,” katanya.
Ketiga, masyarakat diminta lebih kritis dan waspada terhadap maraknya penipuan berkedok investasi yang sering mengatasnamakan platform resmi atau influencer.
"Cek dulu kebenarannya. Kalau ragu, hubungi platform resminya agar tidak terjebak scam," tegas Andika.
Gotrade menggelar The Roundtable, forum diskusi mendalam yang membahas strategi menghadapi dinamika pasar saham Amerika Serikat menjelang 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Investment Analyst Gotrade Indonesia, Muhammad Naufal Hammam dan Muhammad Gibran, sebagai narasumber untuk memberikan insight profesional kepada komunitas trader di Jawa Timur.
Forum Roundtable ini dirancang sebagai diskusi interaktif dan strategis, bukan seminar satu arah. Peserta dapat mempelajari tren pasar 2025, proyeksi sektor unggulan 2026, hingga dinamika makro global yang memengaruhi keputusan trading. Mereka juga dapat berdialog langsung dengan analis Gotrade untuk memperkuat pemahaman mengenai peluang dan risiko yang relevan.
Surabaya dipilih sebagai kota pertama dalam rangkaian program ini karena tingginya pertumbuhan komunitas trader aktif serta permintaan edukasi finansial tatap muka dari pengguna di wilayah tersebut. Inisiatif ini menjadi langkah awal Gotrade dalam memperluas program edukasi regional ke lebih banyak kota besar di Indonesia.