Morula IVF Surabaya Raih RTAC Lagi di Usia 13 Tahun, Tegaskan Layanan Fertilitas Internasional
- Mokhamad Dofir
Surabaya, VIVA Jatim – Morula IVF Surabaya kembali meraih akreditasi Reproductive Technology Accreditation Committee (RTAC) di usianya yang ke-13 tahun. Raihan ini semakin menegaskan jika klinik layanan fertilitas di kota pahlawan tersebut benar-benar bertaraf global.
Pencapaian ini dirayakan secara istimewa melalui acara bertajuk 13 Anniversary Years of Miracle 'Where Hope Always Sparkles' di Ballroom Grand Whiz Hotel Spazio, Surabaya, Minggu, 14 Desember 2025.
Dokter Benediktus Arifin menjelaskan, akreditasi RTAC merupakan sertifikasi internasional bagi klinik fertilitas yang dievaluasi setiap tiga tahun dan diaudit setiap tahun untuk memastikan mutu layanan, keselamatan pasien, serta konsistensi penerapan teknologi reproduksi berbantu.
Keberhasilan meraih RTAC dikatakannya, kembali menjadi bukti komitmen Morula IVF Surabaya dalam menjaga kualitas layanan IVF di tengah dinamika dan persaingan industri fertilitas yang setara dengan negara-negara di dunia seperti Singapura, Malaysia, Australia hingga Asia Pasifik.
"Jadi tiap tahun kita dinilai, tiap tahun dinilai apakah klinik kita memiliki pelayanan [bagus]. Standarnya ini bukan hanya pelayanan ya, pelayanan pregnancy rate, protokol yang setara dengan klinik bayi tabung di dunia. Ketatnya protokol itu juga memang membuat kita menjadi salah satu klinik terkemuka di Surabaya," ujar pria yang biasa disapa Dokter Benny tersebut kepada wartawan.
Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 13 tahun, Morula IVF Surabaya mengundang 13 pasien yang telah berhasil memperoleh buah hati melalui program IVF.
Kehadiran mereka dikatakan Dokter Benny, menjadi simbol nyata dari berbagai keajaiban kelahiran yang terwujud selama lebih dari satu dekade Morula IVF Surabaya mendampingi perjalanan fertilitas pasangan.
Acara semakin semarak dengan pemberian kesempatan kepada seluruh peserta untuk memenangkan grand prize berupa satu program IVF gratis dari Morula IVF Surabaya.
Sedangkan mengenai masalah infertilitas yang masih menjadi tantangan bagi banyak pasangan di Indonesia. Dokter Jimmy Yanuar Annas menjelaskan, penyebab infertilitas sangat beragam.
Dari sisi pria kata dia, faktor yang paling sering ditemukan adalah masalah kualitas sperma. Selain itu, pola hubungan suami istri juga turut berpengaruh. Sementara dari pihak perempuan, gangguan pada indung telur dan saluran tuba menjadi penyebab terbanyak.