Ternyata Mencicipi Kuliner Jadi Motivasi Terbesar Orang Indonesia Merencanakan Travelling

Tourism Industry Outlook 2025.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Ada banyak faktor mengapa orang-orang merencanakan travelling ke berbagai tempat, baik ke destinasi wisata yang sudah familiar atau tempat wisata yang masih tersembunyi. Dan keinginan untuk mencicipi kuliner menjadi faktor besar yang mendorong seseorang untuk pergi travelling.

img_title Heroes Push Bike Championship Perdana Diserbu 600 Rider, Peserta Datang dari Empat Negara

Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata, Firnandi Gufron mengungkapkan motivasi seseorang untuk melakukan travelling sebesar 42,8 persen karena kuliner. Di susul motivasi untuk belanja 30,7 persen. Dan motivasi lainnya yakni adventure, wisata bahari serta wisata kota dan pedesaan.

Firnandi mengatakan Kemenpar akan terus memperkuat branding pariwisata Indonesia hingga mancanegara. Berbagai strategi dilakukan salah satunya beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

img_title Kembangkan Layanan Berbasis AI, RS Korpri Pura Raharja Kerjasama dengan RS CKU St. Mary's Internasional Korsel

"Kemenpar merespon kemajuan teknologi dengan AI," ujarnya dalam Tourism Industry Outlook 2025 yang digelar secara hibrida oleh tiket.com, Selasa, 16 Desember 2025.

Firnandi mengatakan dengan AI, memudahkan wisatawan mencari rekomendasi tempat-tempat wisata maupun kebutuhan travelling lainnya. Dan penggunaan AI sebagai media promosi sekaligus pembantu wisatwan juga digunakan beberapa negara lain seperti Singapura, Korea Selatan dan Jepang.

img_title Rayakan Hari Jadi ke-5, Simplus Berkomitmen Terus Hadirkan Inovasi

Lebih lanjut, Firnandi mengatakan saat ini ada 15 negara yang menjadi pasar utama untuk pariwisata Indonesia. Di antaranya, Malaysia, Cina, India dan Australia. Wisatawan dari 15 negara yang menjadi target pasar Indonesia didasarkan pada tingkat kunjungan yang tinggi ke Indonesia. Kendati demikian, Firnandi menegaskan Kemenpar tetap membidik pasar di dalam negeri.

"Tantangan ke depan tidak mudah, kita harus saling kolaborasi menutup kekurangan," katanya.

Chief Strategy Officer tiket.com, Tiffany Tjiptoning mengungkapkan perilaku wisatawan masyarakat Indonesia masih dipengaruhi oleh momentum. Sehingga tak sedikit juga keputusan melakukan perjalanan dilakukan dengan cepat.

"Maka kebutuhan fleksibilitas sangat tinggi," katanya.

Ia menambahkan banyaknya libur nasional juga membuat aktivitas perjalanan selalu melonjak. Sehingga depanjang tahun 2025, transportasi tumbuh sebesar 23 persen. Adapun akomodasi sebesar 20 persen.

Tiffany juga mengungkapkan bagaimana Medsos memberikan pengaruh terhadap seseorang merencanakan perjalanan wisata. Hal ini memberikan dampak positif terhadap penjualan tiket.

"Medsos jadi inspirasi perjalanan. 9 dari 10 orang mengandalkan medsos merencanakan awal perjalanan. Ini berpengaruh pada penjualan kami," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title