Baluran Cross Aquathlon: Sport Tourism dan Penggerak Ekonomi Baru Situbondo
- Dokumen Baluran Cross Aquathlon
“Ini proses jangka panjang menjadikan Situbondo sebagai destinasi sport tourism dan venue triathlon yang kompetitif,” ujarnya.
Karakter alam Baluran Barat, kata Arman, sangat ideal untuk cross triathlon dan cabang olahraga berbasis alam lain. Keterlibatan federasi nasional menandakan Situbondo mulai diperhitungkan secara teknis.
“Ketika olahraga, pariwisata, dan partisipasi masyarakat berjalan beriringan, perekonomian lokal ikut bergerak,” katanya.
Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur, Anastasia Kirana, mencatat antusiasme peserta datang dari lintas daerah. Dari 145 pendaftar, 136 atlet masuk starting list. Mereka datang dari berbagai wilayah—Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Timur.
“Target kami memperkenalkan Pantai Sijile. Pantainya aman dan cantik, dengan latar gunung yang khas,” ujar Anastasia di sela kegiatan.
Menurut dia, Pantai Sijile representatif untuk cabang aquathlon: jalur lari steril, arus laut landai, dan lintasan yang mendukung keselamatan. Ajang ini bahkan disebut sebagai cross aquathlon pertama di Indonesia karena segmen larinya tidak menggunakan aspal, melainkan lintasan alam.
Di luar kompetisi, federasi juga menyiapkan agenda pembinaan atlet usia dini. Anak-anak usia 9–10 tahun diproyeksikan menjadi bagian dari pembibitan jangka panjang.
“Empat tahun lagi mereka akan berusia 14–15 tahun, usia ideal menuju Youth Olympic Games 2030,” kata Anastasia.