Keren, Mahasiswa Ubaya Sulap Persamaan Matematika Jadi Ilustrasi Natal

Mahasiswa Ubaya dan karya ilustrasi Natalnya.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim

Surabaya, VIVA JatimMatematika yang selama ini identik dengan angka dan rumus kerap dianggap kaku dan jauh dari dunia kreatif. Namun, anggapan itu dipatahkan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya), Cedric Gratia Tjia, yang sukses menghadirkan ilustrasi Natal berbasis ratusan persamaan matematika.

img_title Ubaya Gandeng BPOM RI Dorong Hilirisasi Riset dan Kemandirian Industri Obat

Melalui karya unik tersebut, Cedric membuktikan bahwa matematika tidak hanya berfungsi sebagai alat hitung, tetapi juga dapat menjadi medium seni visual yang memiliki nilai estetika sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Ilustrasi Natal itu sepenuhnya dibangun dari kurva dan garis hasil perhitungan matematika. Cedric menghabiskan waktu sekitar 84 jam untuk menyusun lebih dari 870 persamaan yang dirangkai menjadi satu ilustrasi utuh. Karya tersebut dipamerkan di Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis.

img_title Dari Jualan hingga Tanam Mangrove, Cara Mahasiswa Ubaya Bangun Bisnis yang Berdampak

“Secara sekilas mungkin terlihat seperti ilustrasi biasa, tapi seluruh gambar ini tersusun dari persamaan matematika yang harus dibuat satu per satu. Tidak ada sistem copy-paste, semuanya diformulasikan secara manual,” ujar Cedric, Selasa 23 Desember 2025.

Berawal dari kecintaannya pada matematika, Cedric memanfaatkan platform berbasis web **Desmos** untuk memvisualisasikan berbagai persamaan, mulai dari persamaan linear, kuadrat, eksponen, trigonometri, hingga persamaan lingkaran dan elips.

img_title Mahasiswa Ubaya Borong Tiga Juara di Asian Student Fashion Week 2026

Sketsa awal berupa foto keluarga bertema Natal kemudian ditranslasi ke bentuk digital sebagai acuan garis dan titik. Tak sekadar karya visual, ilustrasi ini juga memuat nilai personal yang mendalam.

Cedric memilih foto Natal keluarganya sebagai simbol kehangatan dan kebersamaan, sekaligus kenangan berharga bersama sang ayah yang baru berpulang pada November lalu.

“Foto ini diambil pada momen Natal 2021 dan sangat bermakna bagi saya. Ini menjadi pengingat kebersamaan dengan Papa saya,” tuturnya.

Proses pengerjaan tidak mudah. Cedric harus menjaga konsistensi skala, posisi, dan ketebalan garis agar tetap harmonis. Tantangan terbesar datang saat menggambar karakter manusia, yang menuntut tingkat presisi tinggi.

“Saya menggambar enam karakter manusia. Kalau tidak presisi, hasilnya bisa terlihat aneh. Untuk satu karakter saja, saya butuh waktu sekitar tiga sampai empat jam,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title