Charoen Pokphand Ingatkan Masyarakat tak Tergiur Tawaran Produk Lewat Medsos

Pabrik Charoen Pokphand Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Seiring meningkatnya kepercayaan publik terhadap produk ayam potong dan olahan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI), telah membuka celah risiko penipuan. Untuk itu, CPI mengingatkan masyarakat agar tak tergiur segala macam bentuk penawaran produk melalui media sosial.

img_title Vicky Prasetyo Dipolisikan, Polda Jatim Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum

Gun Affandy selaku Communication & Public Affair Coordinator CPI mengatakan, bahwa di penghujung tahun 2025 ini, kembali terjadi penipuan mengatasnamakan perusahaannya dengan modus menawarkan produk CPI melalui media sosial.

Oknum tersebut kata dia, bahkan berani menunjukkan identitas palsu serta tangkapan layar ID Card karyawan yang mengaku sebagai Marketing CPI.

img_title Perempuan di Lamongan Jadi Korban Penipuan, Pelaku Kekasihnya Sendiri

"Banyak modus yang dilakukan penipu dengan menggunakan nama perusahaan. Korbannya adalah masyarakat, dengan cara menawarkan produk kami melalui media sosial," tegas Gun Affandy, Rabu, 31 Desember 2025.

Dirinya pun mengaku sudah berulang kali menyampaikan peringatan ini. Meski begitu, aksi penipuan masih saja ditemukan hingga merugikan pelanggan.

img_title Remaja di Lamongan Tergiur Rayuan Perempuan, Kencan Tak Jadi Malah Motor Hilang

"Kami imbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai penawaran melalui media sosial seperti WhatsApp. Sekali pun penipu menawarkan dengan foto-foto yang meyakinkan dengan mengirim ID Card seolah karyawan kami. Semuanya itu palsu atau kedok untuk mengelabui korban agar percaya," tandasnya.

Oleh sebab itu, Gun Affandy kembali mewanti-wanti kepada masyarakat agar tidak mempercayai pola-pola penawaran produk melalui media sosial.

"Bila menghendaki pembelian produk kami, bisa langsung ke gerai-gerai resmi kami. Silahkan transaksi di gerai-gerai seperti Prima Fresh Mart yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dengan demikian transaksi akan terjamin keamanannya," lanjut Gun Affandy.

Apabila masyarakat menerima penawaran melalui WhatsApp, dan meminta mengirimkan data serta transfer uang, juga diminta supaya mengacuhkan.

"Apalagi dengan dalih untuk laporan order perusahaan dan sebagainya, jangan ditanggapi," tutupnya.