Melekan dan Ngemil Malam Picu Obesitas, Kata Pakar Unair

Nafsu Makan meningkat sebabkan Diabetes
Sumber :
  • Viva.com

Surabaya, VIVA JatimObesitas kini menjadi masalah kesehatan yang semakin sering dialami remaja. Tak hanya berdampak pada penampilan, kondisi ini juga meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti diabetes, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi.

img_title Perajin Sepatu Kulit di Mojokerto Kebanjiran Pesanan Jelang Tahun Ajaran Baru, Permintaan Naik Lima Kali Lipat

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Nur Aisiyah Widjaja, dr., Sp.A(K), mengungkapkan bahwa salah satu pemicu utama obesitas pada remaja yang sering diabaikan adalah kurangnya waktu tidur.

“Perlu regulasi jam tidur yang tepat, maksimal di jam 9 malam. Hormon melatonin yang mengatur tidur akan meningkat perlahan mulai jam 8 malam. Jika tidur melewati jam 9, maka hormon melatonin bisa tergantikan dengan hormon leptin yang memicu rasa lapar dan keinginan ngemil,” ujar Aisiyah, Minggu, 11 Januari 2026.

img_title Heboh Gaji Dosen Non ASN Lulusan Luar Negeri Rp2,6 Juta, Unair Buka Suara

Kebiasaan Ngemil Larut Malam

Menurutnya, tidur larut malam sering kali dibarengi kebiasaan mengonsumsi camilan yang tidak sehat. Banyak remaja memilih mie instan, gorengan, bahkan menambahkan telur sebagai lauk tambahan.

img_title Pedjoeang Batik Hadir di Surabaya, Ingin Ajak Masyarakat Ikut Lestarikan Batik

“Makan mie instan di malam hari tidak direkomendasikan karena kalorinya tinggi. Apalagi jika ditambah telur yang mengandung protein dan lemak. Ini menambah asupan kalori, sementara di malam hari tubuh tidak banyak bergerak,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Aisiyah, berpotensi besar memicu penumpukan lemak dan berujung obesitas.

Stres Juga Berpengaruh

Tak hanya pola tidur dan makan, stres juga menjadi faktor yang berkontribusi. Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat mengganggu produksi melatonin.

“Peningkatan hormon kortisol akan menghambat hormon tidur. Karena itu penting menjaga kesehatan mental, bukan hanya pola makan,” katanya.

Aisiyah menyarankan remaja untuk mulai disiplin mengatur waktu istirahat dan makan.

“Usahakan tidur jam 9 malam, makan terakhir maksimal jam 7 malam, dan hindari kebiasaan kebut tugas semalaman. Perhatikan durasi tidur karena kurang tidur dapat memicu obesitas yang berdampak pada sindrom metabolik,” tegasnya.

Sindrom metabolik sendiri mencakup risiko diabetes, penyakit jantung koroner, serta berbagai penyakit tidak menular (non communicable disease/NCD) lainnya.

“Pola hidup sehat sejak remaja sangat penting untuk mencegah penyakit di masa depan,” pungkas Aisiyah.

Halaman Selanjutnya
img_title