MLBB Goes to School Bukti Gim Jadi Sarana Pendidikan Karakter Siswa

Delegasi MLBB Goes to School
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Kehadiran delegasi pemenang MLBB Goes to School dan Teacher Ambassador (TA) asal Surabaya di Arena M7 World Championship, Jakarta, membuktikan bahwa ekosistem gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) bisa menjadi sarana pembentukan karakter siswa.

img_title Banggar DPRD Jatim Minta Audit Kinerja BUMD Dituntaskan Sebelum Ada Penyertaan Modal Baru

Dengan kolaborasi antara pengembang gim, sekolah dan pemerintah daerah, MLBB kini bisa dimanfaatkan sebagai media edukatif yang relevan dengan dunia anak-anak. Pendekatan ini menegaskan bahwa gim tidak selalu identik dengan dampak negatif, selama diiringi dengan pendampingan dan nilai yang tepat.

Program yang diinisiasi Moonton Games ini menghadirkan Teacher Ambassador sebagai jembatan komunikasi antara guru dan siswa. Di Surabaya, program tersebut berkembang menjadi ruang dialog baru, di mana guru dapat masuk ke dunia digital anak-anak tanpa menghakimi atau melarang secara sepihak.

img_title Jatim Percepat Serapan Pupuk Subsidi untuk Genjot Produksi Padi

Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan mengatakan, fokus utama program ini bukan mencetak pemain profesional, melainkan MLBB digunakan sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang kerap tidak ditemukan dalam buku pelajaran formal.

Menurut Erina, lewat gim siswa belajar menerima kekalahan, bekerja sama dalam tim, serta menghargai kemenangan tanpa sikap berlebihan. Nilai-nilai tersebut dinilai sebagai soft skill penting yang akan berguna ketika anak-anak menghadapi tantangan di dunia nyata.

img_title Menteri Abdul Mu’ti Cek Tes Kemampuan Akademik Siswa Surabaya

"Fokus kami bukan menjadikan semua anak pemain profesional, melainkan memberikan kebebasan memilih dan menanamkan nilai-nilai luhur. Lewat gim, anak belajar menerima kekalahan, pentingnya kerja sama tim, dan merayakan kemenangan tanpa kesombongan. Ini adalah soft skill vital untuk menghadapi dunia nyata," ujarnya, Minggu, 25 Januari 2026.

Agar pesan tersebut tersampaikan dengan baik, peran guru menjadi sangat krusial. Gim diperlakukan sebagai 'bahasa yang sama' antara pendidik dan siswa, sehingga proses pembelajaran karakter terasa lebih dekat dan kontekstual dengan keseharian anak. 

Melalui program Teacher Ambassador, para guru dibekali pemahaman untuk menanamkan prinsip Pray, Respect, Peace Out. Pilar ini mengajarkan siswa untuk berdoa sebelum bermain, saling menghormati, serta menjauhi perilaku toksik di ruang digital.

Respons tenaga pendidik di Surabaya pun terbilang positif. Dari awalnya hanya melibatkan sekitar 50 guru, komunitas Teacher Ambassador kini berkembang pesat menjadi 328 guru yang aktif mendampingi siswa menciptakan lingkungan bermain yang aman dan edukatif.

Halaman Selanjutnya
img_title