National Hospital Lakukan Operasi Laparaskopi Pertama di Indonesia Timur Pakai Robot
- Istimewa
Surabaya, VIVAJatim-National Hospital berhasil melakukan operasi laparaskopi menggunakan teknologi robot. Inovasi yang dilakukan rumah sakit swasta di kawasan Surabaya Barat itu merupakan pertama kali di Indonesia Timur.
dr Robert Hunan Purwaka, Sp OG DMAS, FMIS mengatakan, National Hospital mengenalkan Edge Medical MP1000 Multi-port Endoscopic Surgical Robot System, sebuah sistem robotik laparoskopi canggih yang mampu meningkatkan presisi dan keamanan tindakan bedah secara signifikan.
"Kalau laparoskopi biasa dilakukan dengan tangan secara langsung, kini kita dibantu dengan teknologi robotik. Namun, robot ini tidak bekerja sendiri. Seluruh gerakan tetap dikendalikan penuh oleh dokter," ujar dr Robert, Kamis, 29 Januari 2026.
dr Robert merupakan dokter dengan fellowship in Minimally Invasive Surgery (Laparoscopy) Unit, KK Hospital, Singapore. Saat melakukan tindakan medis ini, dirinya membutuhkan durasi waktu selama 100 menit.
Dia menjelaskan, sistem robotik ini terdiri dari tiga bagian utama. Yakni, konsol bedah, tower monitor dan konsol robotik. Semua bagian dikendalikan oleh dokter, mulai dari konsol bedah menggunakan joystick untuk mengatur kamera hingga instrumen bedah yang digerakkan oleh lengan robot.
"Dokter mengendalikan arah pandangan, pergerakan alat, membuka, menutup, memutar, dan memegang jaringan melalui joystick. Rasanya seperti tangan kita benar-benar masuk ke dalam tubuh pasien," jelasnya.
Selain untuk dokter obgyn, robot yang dibawa oleh National Hospital sebenarnya juga dipakai pada bidang lain. Yaitu, digestif dan urologi.
Untuk bidang kandungan, robotic surgery digunakan operasi pengangkatan rahim, miom, kista, hingga kasus perlengketan yang kompleks.
Sementara bidang digestif, robotic surgery mendukung operasi kompleks pada usus buntu, batu empedu, liver, pancreas, hingga pemotongan lambung. Lalu bidang urologi untuk tindakan seperti operasi prostat dan ginjal.
dr Robert menambahkan, keunggulan utama robot tersebut terletak pada presisi tinggi dan fleksibilitas alat yang melampaui laparoskopi konvensional sehingga dapat mengurangi risiko pendarahan dan komplikasi, jaringan sehat lebih terjaga dan pemulihan pasien lebih cepat.
Selain itu, durasi operasi kompleks yang biasanya memakan waktu hingga 8 sampai 10 jam, bisa dipangkas sekitar 50 persen.
CEO National Hospital Ang Hoey Tiong menuturkan, pihaknya secara berkelanjutan menghadirkan layanan dan teknologi terbaik dunia sebagai bagian dari visi National Hospital.