Jaga Kesehatan Tulang Belakang, Berikut Tips Duduk hingga Pola Makan
- VIVA Jatim/Madchan Jazuli
Kediri, VIVA Jatim – Keluhan nyeri tulang belakang bawah atau low back pain kini menjadi masalah kesehatan. Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari National Hospital Surabaya, dr Larona Hydravianto, memberikan tips sehat sebagai investasi kesehatan masa depan.
Dalam acara Health Talk & Patient Gathering bertajuk 'Panduan Praktis Menjaga Kesehatan Tulang Belakang dan Terapi HNP, ia menekankan pentingnya membenahi postur tubuh sehari-hari, dimulai dari cara duduk yang benar.
Menurutnya, sandaran punggung harus menyentuh kursi secara penuh, terutama pada kursi yang memiliki penyangga punggung bawah (lower back support). Lalu, perhatikan agar telapak kaki menyentuh lantai dengan posisi lutut dan pinggul membentuk sudut 90 derajat.
"Layar komputer harus setinggi mata supaya leher tidak menunduk atau mendongak. Serta jangan lupa istirahat setiap 30 menit dengan cara berdiri, tegakkan tubuh, dan berjalan sebentar selama dua sampai tiga menit," ujar dr Larona kepada awak media di salah satu coffe di Kota Kediri, Sabtu, 31 Januari 2026.
Selain posisi duduk, ia menjelaskan bahwa posisi tidur yang ergonomis juga krusial. Hal ini mencakup pemilihan bantal yang tepat untuk posisi leher, pemilihan jenis kasur, serta memastikan posisi tubuh tetap lurus saat beristirahat.
Gaya Hidup dan Nutrisi
Lebih lanjut, dr. Larona memaparkan bahwa kunci tulang belakang yang sehat melibatkan kombinasi antara aktivitas fisik dan nutrisi. Ia menyarankan konsumsi makanan yang kaya kalsium dan Vitamin D, serta menjaga berat badan ideal untuk mengurangi beban pada tulang belakang.
"Jangan lupa asupan makanan. Hindari makanan yang merangsang hormon tidak bagus seperti gula dan gorengan. Merokok juga tidak bagus karena mengakibatkan fungsi tulang belakang tidak maksimal," tegasnya.
Untuk jenis olahraga, ia merekomendasikan aktivitas yang bersifat low impact atau zero impact. Berenang menjadi pilihan utama, diikuti oleh jalan kaki, pilates, yoga, serta bersepeda dengan pengaturan posisi yang benar.
Dokter yang pernah bertugas dalam penanganan medis darurat di reruntuhan Al-Khoziny ini juga menyoroti data global terkait gangguan tulang belakang. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2020, terdapat sekitar 619 juta orang di dunia yang menderita nyeri punggung bawah.