Tips Puasa Ramadan Aman bagi Penderita Gangguan Ginjal dan Lambung Menurut Dokter
- Istimewa
Peka dengan Kondisi Lambung
Sementara itu, Andi memaparkan perihal keamanan berpuasa bagi pasien dengan gangguan lambung. Secara spesifik, Andi menyinggung tentang penyakit maag atau dispepsia. Gangguan kesehatan tersebut kebanyakan terjadi karena buruknya pola makan dan gaya hidup.
Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas, asam, berlemak, maupun produk olahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit maag. Risiko semakin tinggi apabila pola makan tersebut disertai dengan konsumsi minuman berkafein dan bersoda.
Selain itu, faktor gaya hidup turut berkontribusi terhadap muncul dan kambuhnya penyakit maag. Meliputi stres, penggunaan obat antinyeri tanpa pengawasan dokter, kebiasaan merokok, langsung berbaring setelah makan, sering menunda waktu makan, mengonsumsi makanan dalam porsi berlebihan, hingga kurangnya aktivitas fisik.
Andi mengatakan bahwa menghilangkan kebiasaan tersebut sangat berpotensi mencegah dan mempercepat penyembuhan penyakit maag. Ia mengingatkan penderita penyakit maag untuk peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri agar mengetahui kapan harus membatalkan puasa.
“Apabila ada nyeri berat mendadak, muntah terus menerus, nyeri kepala disertai keringat dingin hingga pingsan, muntah darah, dan BAB hitam perlu membatalkan puasa. Jika tidak membatalkan puasa, maka berisiko terjadi komplikasi yang lebih serius," pungkasnya.