Cegah Penipuan Selama Ramadan, Indosat Hadirkan Fitur SATSPAM+

Indosat Menggelar Buka Puasa Bersama Media.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM Amankan Pejuang Ramadan”. SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus) merupakan inovasi fitur untuk memberikan perlindungan WhatsApp Call.

img_title Komdigi dan Indosat Perkenalkan Sahabat-AI

SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan WhatsApp Call. Tidak hanya menghadirkan deteksi otomatis, fitur ini juga dilengkapi dengan opsi pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi.

Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan sejak diluncurkan pada Agustus 2025, aktivasi fitur anti scam IM3 SATSPAM+ di Surabaya dan Jawa Timur terus tumbuh. Respons pelanggan yang positif menunjukkan bahwa perlindungan digital sudah menjadi kebutuhan utama.

img_title Indosat Catat Lonjakan Trafik Data 20 Persen Selama Mudik Lebaran, Malang Tertinggi untuk Jatim

"Di periode seperti Ramadan, ketika komunikasi dan transaksi meningkat, kami ingin pelanggan dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang, tanpa khawatir hasil kerja kerasnya terancam penipuan," ujarnya, di Surabaya.

Ia menambahkan kehadiran fitur ini menegaskan strategi IOH untuk menjadi AI North Star di Indonesia. Selain itu juga untuk memberdayakan dan melindungi masyarakat secara inklusif, terutama lansia dan masyarakat di daerah terpencil yang rentan menjadi korban penipuan digital.

img_title Andalkan AI, Kinerja Indosat Tunjukkan Tren Positif hingga Rp56 Triliun

Menurut Fahd, aktivitas digital pada bulan Ramadan sangat tinggi. Namun di saat bersamaan, risiko juga bertambah. Data 2025 menunjukkan, kasus penipuan digital selama Ramadan meningkat hingga 34,7 persen dengan 89 persen terjadi melalui WhatsApp dan 64 persen melalui panggilan telepon.

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) juga mencatat Pulau Jawa sebagai wilayah dengan konsentrasi laporan penipuan tertinggi, dengan Jawa Timur mencatat 60.533 laporan, tertinggi ketiga secara nasional.

Oleh karena itu, kata Fahd, berdasarkan survei APJII fitur perlindungan penipuan online kini menjadi fitur keamanan yang paling dianggap penting bagi masyarakat lintas generasi.

Pada bulan Ramadan selalu terjadi perubahan ritme aktivitas. Termasuk meningkatnya aktivitas seseorang lebih banyak berselancar di dunia maya.

Di bulan Ramadan aktivitas chat, telepon dan notifikasi lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya. Oleh sebab itu potensi penipuan pada bulan Ramadan rentan terjadi dan menimpa siapa saja.