150 Nakes RS Ubaya Siaga 24 jam Antisipasi Lonjakan Pasien Saat Lebaran

Sambutan Dokter Wenny Retno Sarie Lestari.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Rumah Sakit Ubaya menyiagakan 150 tenaga medis 24 jam untuk antisipasi lonjakan pasien saat lebaran. Langkah ini sekaligus bentuk perayaan HUT ke-3 RS Ubaya.

img_title Mahasiswa Ubaya Ciptakan Robot Catur Berbasis AI, Mampu Bermain hingga Level Grandmaster

Direktur RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari mengungkapkan tren pasien di RS Ubaya meningkat jelang hingga pasca lebaran. Menurutnya aktivitas mudik ke Surabaya menjadi pemicunya.

“Biasanya mendekati Lebaran, Lebaran, sampai pasca Lebaran justru naik. Karena banyak yang mudik ke Surabaya. Jadi kami sering melayani pasien dari luar kota,” ujar dr. Wenny saat buka puasa bersama jajaran yayasan, manajemen, dokter spesialis, hingga karyawan, yang dirangkai dengan perayaan HUT ke-3 bertema “Celebrating 3 Years of Excellence – The First Hospital in Heart and Mind," Rabu, 4 Maret 2026.

img_title Ubaya Resmi Bangun Tower Baru, Siapkan Auditorium 1.500 Kursi dan Pusat Layanan Terpadu

Oleh karena itu, Wenny mengatakan manajemen RS Ubaya menyiapkan 150 karyawan untuk memastikan layanan tetap berjalan tanpa hambatan selama 24 jam penuh selama lebaran.

“Kami pastikan tetap siaga 24 jam dan sudah mempersiapkan seluruh fasilitas sehingga tidak ada kendala dalam memberikan pelayanan selama libur Lebaran, pasca Lebaran, dan seterusnya. Jadi tetap standby 24 jam,” tegasnya.

img_title Mangonut Bar Karya Mahasiswa Ubaya, Camilan Antidiabetes Kaya Antioksidan dari Daun Mangga

Ia menegaskan tak ada layanan yang dihentikan. Semua unit vital tetap beroperasi normal, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), kamar operasi, perawatan intensif hingga hemodialisis.

“Tidak ada yang tutup. Hemodialisis tetap jalan, IGD pastinya, kamar operasi, dan juga pelayanan intensif. Ventilator kami juga standby dan siap mendukung semua pelayanan selama libur Lebaran,” katanya.

Selain layanan kegawatdaruratan, RS Ubaya juga mengantisipasi penyakit yang kerap muncul setelah perayaan hari raya, seperti kolesterol tinggi akibat pola makan berlebihan.

“Kalau itu kolesterol, pasti. Kami siapkan laboratorium, ketersediaan obat-obatan, dan fasilitas lain untuk mendukung kesehatan masyarakat, khususnya Kota Surabaya,” jelas Wenny.

Di sisi lain, rumah sakit ini juga mulai menyiapkan pengembangan layanan ke depan, termasuk rencana menghadirkan konsep senior living atau penitipan lansia dengan dukungan tim medis profesional.

“Untuk saat ini layanan geriatri masih sebatas pelayanan kesehatan bagi yang membutuhkan. Ke depan, itu sedang dalam tahap persiapan untuk bisa menjadi senior living atau penitipan orang tua dengan tim medis kami,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title