Nestle Indonesia Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan dalam Pengelolaan Kemasan
- Istimewa.
Jakarta, VIVA Jatim-Nestlé Indonesia mendorong generasi muda menjadi agen perubahan dalam pengelolaan kemasan yang lebih sirkular. Keterlibatan mereka dipandang penting dalam menjawab tantangan terkait lingkungan.
Antonio Prochilo, Technical Director Nestlé Indonesia mengatakan Nestlé Indonesia akan terus berkomitmen merealisasikan komitmen peta jalan keberlanjutan. Generasi muda dinilai penting untuk menjaga semangat dan kritis terhadap isu lingkungan.
"Mereka menghadirkan ide-ide berbasis riset yang tidak hanya memperkaya perspektif kami, tetapi juga mendorong kami untuk terus berkembang dan melangkah lebih jauh," ujar Antonio dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 Maret 2026.
Ajakan Nestlé Indonesia tersebut dikemas dalam bentuk GreenGeneration Sustainability Business Case Competition, sebuah kompetisi bisnis. Sebanyak 3.600 mahasiswa dari seluruh Indonesia mengikuti kompetisi ini. Jumlah tersebut tergabung ke dalam 1.355 tim.
Lebih lanjut Antonio melihat kreativitas dan kedalaman analisis mereka membuktikan bahwa generasi penerus siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masa depan.
"Setiap kontribusi yang diberikan menghadirkan wawasan berharga yang semakin memperkuat dan mempercepat perjalanan keberlanjutan kami demi generasi mendatang,” katanya.
Sementara itu, M. Bijaksana Junerosano, Founder & CEO Waste4Change mengatakan keterlibatan generasi muda merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem solusi lingkungan di Indonesia.
Menurutnya keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah menjadi semakin krusial, mengingat sebagian besar persoalan lingkungan saat ini bersifat sistemik dan membutuhkan pendekatan lintas sektor.
"Inisiatif seperti GreenGeneration menunjukkan bagaimana ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dapat mendorong lahirnya solusi yang lebih kontekstual dan aplikatif. Ide yang dibangun berbasis data serta pemahaman realitas di lapangan, memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada penguatan sistem pengelolaan sampah nasional,” katanya yang juga salah juri dalam kompetisi ini.
Salah satu perwakilan tim pemenang mengatakan keikutsertaannya dalam kompetisi ini tidak hanya memberikan pengalaman kompetisi, tetapi juga memperluas perspektif terhadap kompleksitas isu keberlanjutan.
"Kami menyadari bahwa permasalahan sampah di Indonesia bukan sekadar isu kesadaran, tetapi persoalan sistem yang masih terfragmentasi dan belum terintegrasi secara menyeluruh," katanya.