Hong Beom Seok di Surabaya, Kenalkan Hybrid Fitness dan HYROX ke Olahragawan
- Mokhamad Dofir
Surabaya, VIVA Jatim - Komunitas olahraga di Indonesia, khususnya hybrid fitness, terus menunjukkan perkembangan pesat. Untuk memperkenalkan standar latihan internasional, Arvo Training menghadirkan atlet hybrid racing dunia, Hong Beom Seok, dalam acara HYROX workout yang digelar di Surabaya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Kehadiran atlet asal Korea Selatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai konsep hybrid training, yakni latihan yang menggabungkan kekuatan otot (strength) dan daya tahan tubuh (endurance).
Charles Johnson dari One% Training menyebutkan bahwa perkembangan komunitas hybrid fitness di Indonesia saat ini sangat cepat. Kehadiran atlet internasional seperti Hong Beom Seok diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai standar latihan dan kompetisi global kepada para atlet maupun pecinta kebugaran di Tanah Air.
“Komunitas hybrid fitness di Indonesia berkembang sangat cepat. Kehadiran atlet internasional seperti Hong membantu memberikan exposure terhadap standar latihan dan kompetisi global, sehingga atlet lokal bisa belajar langsung dari yang terbaik,” ujarnya.
Secara global, dunia competitive fitness memang sedang mengalami pertumbuhan signifikan melalui format kompetisi HYROX. Ajang ini dikenal sebagai perlombaan yang menggabungkan berbagai bentuk latihan kekuatan dengan lari dalam satu rangkaian kompetisi.
Dalam format tersebut, atlet tidak hanya dituntut kuat dalam angkat beban, tetapi juga memiliki kemampuan kardio dan daya tahan tinggi. Kombinasi itulah yang membuat hybrid training dinilai relevan untuk jangka panjang.
Josephine Christabel dari Arvo Training menambahkan, hybrid racing bukan sekadar tren olahraga sesaat. Latihan ini justru menggabungkan dua kemampuan dasar manusia, yaitu kekuatan dan daya tahan, sehingga mampu menciptakan atlet yang lebih lengkap dan fungsional.
“Hybrid training menggabungkan dua kemampuan dasar manusia, yaitu kekuatan dan daya tahan. Kombinasi ini membuat atlet menjadi lebih lengkap dan fungsional,” katanya.
Fenomena ini juga mulai menarik perhatian komunitas lari di Indonesia. Banyak pelari yang sebelumnya hanya fokus pada lari mulai mencoba konsep latihan HYROX yang menggabungkan berbagai elemen kebugaran.
Disebutkan bahwa sekitar 50 hingga 60 persen dari rangkaian kompetisi HYROX terdiri dari aktivitas lari. Hal ini membuat banyak komunitas lari tertarik mencoba format latihan tersebut.