Mengenal Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua

Migrasi Ribuan Burung Terik Asia
Sumber :
  • Ahmad David Kurnia Putra

Surabaya, VIVA Jatim-Upaya baru dalam pelestarian alam di Indonesia bagian timur lahir dengan selesainya identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs) di wilayah Papua. Data ini kini dapat diakses oleh publik sebagai alat bantu utama dalam menentukan daerah prioritas pelestarian keanekaragaman hayati di Papua dengan menggunakan burung sebagai indikator utamanya.

img_title Melihat Keragaman Burung Air di Pulau Rambut

"Jadi data ini sudah bisa diakses," ujar Communications Officer Burung Indonesia, Meiliza Laveda dalam keterangan tertulisnya.

Papua merupakan wilayah yang memiliki kekayaan hayati luar biasa, namun masih menyimpan banyak misteri karena keterbatasan informasi distribusi satwa di masa lalu.

img_title Papua Prioritas Energi Berkelanjutan, Rivqy Desak PLN Bergerak Lebih Serius

Berdasarkan kajian terbaru, Papua menjadi rumah bagi 641 spesies burung, yang 252 spesies di antaranya merupakan endemis pulau Papua dan 75 spesies lainnya adalah endemis Indonesia. Sayangnya, kekayaan ini menghadapi ancaman nyata dari perburuan yang tidak berkelanjutan, perubahan iklim, serta modifikasi lanskap yang mengakibatkan 14 spesies burung kini terancam punah secara global.

Identifikasi IBA di Papua ini berhasil memetakan 59 lokasi penting dengan luas total mencapai 10.545.269 hektare, atau mencakup 25,58% dari luas total wilayah Papua. Angka ini menjadikan Papua sebagai wilayah dengan jumlah dan luas IBA terbesar di Indonesia, melampaui wilayah- wilayah lainnya.

img_title Ternyata Ribuan Burung Migrasi dari Rusia-Cina di Kediri-Tulungagung tak Memakan Padi

Di antara puluhan lokasi tersebut, terdapat lima wilayah yang menjadi prioritas utama untuk dieksplorasi lebih lanjut karena signifikansi ekologisnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Biak, Pegunungan Cycloop, dan Wandamen-Wondiboy.

Kekuatan utama dari IBA terletak pada standar identifikasinya yang diakui secara global karena menggunakan empat kriteria sains yang konsisten di seluruh dunia. Kriteria pertama (A1) berfokus pada daerah yang memiliki populasi burung yang terancam punah secara global.

Kriteria kedua (A2) digunakan untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki populasi burung dengan sebaran terbatas di bawah 50.000 km². Selanjutnya, kriteria ketiga (A3) menekankan pada daerah yang menjadi habitat bagi populasi signifikan dari burung yang hanya hidup di bioma tertentu saja.

Terakhir, kriteria keempat (A4) diberikan bagi lokasi yang menampung setidaknya 1 % dari total populasi global untuk jenis burung yang hidup dalam koloni atau kelompok besar. Sebuah lokasi IBA dapat memenuhi salah satu atau bahkan kombinasi dari keempat kriteria ketat tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title