Indosat Catat Lonjakan Trafik Data 20 Persen Selama Mudik Lebaran, Malang Tertinggi untuk Jatim
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Indosat mencatat lonjakan trafik data sebesar 20 persen, lebih tinggi dibanding periode mudik Lebaran tahun lalu (year-on-year). Lonjakan ini sejalan dengan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memperkirakan kenaikan trafik telekomunikasi nasional hingga 40 persen selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Puncak lonjakan berasal dari Jakarta menuju Jawa Barat (lebih dari 22%) dan Jawa Tengah (lebih dari 37%). Hal ini mencerminkan tingginya kebutuhan konektivitas jutaan pelanggan Indosat yang bergerak selama Lebaran 2026.
Di wilayah regional Jawa Timur, Indosat mencatat peningkatan trafik data tertinggi di area Malang yakni naik sebesar 45,74 persen (atau setara 120 TB) sepanjang periode Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Menyusul Malang, berturut-turut area Kediri dan Lamongan menjadi area dengan pertumbuhan trafik data tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Timur, dengan kenaikan masing-masing sebesar 56.61 persen (118 TB) dan 60.01 perse (103 TB) di sepanjang periode Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Secara keseluruhan, trafik di Jawa Timur tercatat naik 28,5 persen selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H dibandingkan rata-rata hari biasa.
Fahd Yudhanegoro, Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan peningkatan trafik yang tinggi di Regional Jawa Tengah menjadi salah satu bukti dari keberhasilan Indosat dalam menghadirkan jaringan andal di berbagai lokasi prioritas dan jalur mudik.
"Peningkatan trafik ini menjadi motivasi perusahaan memberikan pelayanan lebih baik kepada pelanggan di Jawa Timur," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 27 Maret 2026.
Fahd menambahkan Indosat memanfaatkan teknologi AI untuk memantau trafik jaringan secara real-time, memprediksi potensi kepadatan dan mengoptimalkan kapasitas secara otomatis sebelum pelanggan merasakannya.
Pendekatan ini memungkinkan jaringan 4G dan 5G Indosat bekerja secara sinergis dengan 4G tetap menjadi baseline layanan yang stabil. Sementara 5G hadir untuk mengcover lonjakan trafik di titik-titik kritis.
Indosat mengoptimalkan jaringan berbasis AI di 77 jalur mudik, mencakup 36 ruas tol, 31 jalur non-tol, dan 10 jalur kereta api sepanjang total 8.121 km serta 797 point of interest (POI) strategis.
Pemantauan kualitas jaringan dilakukan 24 jam penuh oleh lebih dari 2.500 engineer yang bersiaga di 46 kantor cabang dan 16 posko siaga di seluruh Indonesia untuk memastikan pelanggan tetap terhubung dengan nyaman di tol, rest area, stasiun, maupun destinasi wisata.