Tim FK Unair/Soetomo bersama Australia Indonesia Institute Kembangkan Layanan Tele-Kardiologi di Papua
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dan RSUD Dr. Soetomo meluncurkan program layanan Tele-Kardiogi untuk skrining penyakit jantung di Kabupaten Jayapura Papua. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan topografis yang selama ini menjadi hambatan utama dalam distribusi tenaga medis spesialis di wilayah Papua.
Dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi modern, program ini telah berhasil melatih sekitar 50 tenaga kesehatan terdiri dari dokter umum dan perawat yang berasal dari 22 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan RSUD Yowari di wilayah Jayapura.
Pelatihan ini telah dilakukan sebanyak enam kali yakni menggunakan kombinasi metode offline dan online dengan sistem Tele-ECHO yang sudah divalidasi oleh tim dari University of Queensland.
Mereka dibekali kemampuan komprehensif untuk mengoperasikan sistem konsultasi tele-elektrokardiogram (Tele-ECG) serta menangani kondisi gawat darurat kardiak secara sigap.
Program ini berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura serta Center for Online Health University of Queensland, Australia dan Didukung oleh Australia-Indonesia Institute (AII) di bawah naungan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).
Dokter Spesialis Kardiologi RSUD Dr. Soetomo/FK Unair dr. Makhyan Jibril A sekaligus inisiator program dan alumni Australia Awards mengatakan penyakit kardiovaskular di Jayapura masih menimbulkan risiko kematian yang tinggi. Apalagi seringkali diperparah oleh keterlambatan deteksi dini.
"Melalui inovasi tele-kardiologi ini, kami meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas untuk dapat melakukan skrining awal menggunakan elektrokardiogram dan mengonsultasikan hasilnya secara real-time Kepada kami para spesialis jantung yang ada di Kota Surabaya," ujar dr. Jibril dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebanyak 71 persen fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Jayapura telah memiliki koneksi internet dengan kategori baik hingga sangat baik. Sehingga hal ini tidak lagi menjadi kendala berarti bagi operasional layanan telemedisin.
"Selain transfer teknologi, sistem tele-kardiologi ini ditargetkan untuk terintegrasi dengan ekosistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang saat ini digunakan di wilayah tersebut. Hal ini diharapkan mampu mencatat data risiko kardiovaskular berskala populasi yang sangat berharga bagi pemangku kebijakan," ia menambahkan.