Wisata Murah Meriah Air Mancur 7 Warna Gajah Mada, Cocok Buat Libur Akhir Pekan Keluarga
- Imron Saputra
Lamongan, VIVA Jatim-Jika anda berkunjung ke Kabupaten Lamongan kurang lengkap rasanya jika tidak mampir ke wahana wisata air mancur tujuh warna.
Selain memiliki tujuh warna, air mancur tersebut juga bisa menari mengikuti irama. Tak hanya itu, penataan lanskap yang asri membuat kawasan ini langsung dibanjiri pengunjung, terutama bagi mereka yang hobi berolahraga maupun sekadar berswafoto.
Tentunya wisata murah meriah ini sangat cocok jadi tujuan destinasi wisata bagi keluarga selama libur akhir pekan. Air mancur tujuh warna itu berada di Revitalisasi Kawasan Gajah Mada (Kagama) yang terletak di Kelurahan Sukomulyo. Kawasan ini juga resmi bertransformasi menjadi ruang publik kedua yang memadukan aktivitas sosial, interaksi, hingga geliat ekonomi.
Robi salah satu pengunjung ini misalnya, ia mengaku sengaja mengajak istri dan kedua anaknya ke Kagama untuk melihat langsung air mancur yang tengah populer tersebut. Meski datang di pagi hari saat pendar cahaya lampu belum terlihat, ia tetap terkesan dengan dinamika air mancur tersebut.
"Istri dan anak sangat senang saat diajak ke sini. Walaupun warnanya tak terlihat karena pagi hari, tapi kami cukup senang melihat air mancurnya menari-nari," kata Robi, Minggu 12 April 2026.
Robi mengatakan, selain bisa menikmati air mancur yang bisa menari mengikuti irama, di kawasan tersebut ia juga bisa melihat pemandangan bunga-bunga yang indah dipandang pada pagi hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP-CK) Lamongan, M. Fahrudin Ali Fikri mengaku jika, seluruh pengerjaan telah sesuai dengan prosedur.
Untuk proyek revitalisasi ini, kata Fahrudin, didanai oleh APBD Tahun 2025 dengan nilai Rp 924.000.000. Anggaran tersebut mencakup pembangunan kolam air mancur, taman, pemasangan batu alam, drainase, hingga pengadaan tanaman hias.
Ia menilai, secara pengerjaan sudah tidak ada masalah, dan dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Air mancurnya juga berfungsi dengan baik dan ketinggian mancurnya juga sesuai.
Fahrudin juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai jenis vegetasi yang ada di Kagama. Jika sebelumnya warga mengira terdapat 12 pohon palem, nyatanya dinas menanam 16 pohon ental atau siwalan untuk menjaga karakteristik lokal.