Lewat Kompetisi, YESNOW Siapkan Lapangan Kerja untuk Siswa SLB
- Dokumen YESNOW
Pasuruan, VIVA Jatim – Komitmen merek kecantikan lokal YESNOW dalam mendukung pemberdayaan anak berkebutuhan khusus terus berlanjut. Kali ini kesempatan itu dibuat YESNOW melalui program Celebrate Creativity and Confidence! yang puncaknya berlangsung di SLBN Pandaan, Pasuruan, Senin lalu.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, kegiatan serupa digelar YESNOW di SLB YPAC Surabaya dengan melibatkan lebih dari 50 siswa dalam fashion show dan crafting workshop. Pemenang fashion show mendapat kesempatan menjadi model YESNOW dengan kontrak selama tiga bulan, sementara karya workshop dipamerkan dalam pameran kecantikan di booth YESNOW.
Sementara itu, dalam Celebrate Creativity and Confidence! di SLBN Pandaan, YESNOW menghadirkan berbagai lomba kreatif, mulai dari fashion show, make up, membatik hingga menjahit. Sebanyak 36 siswa mengikuti kompetisi yang terbagi dalam enam kelompok, sementara total peserta yang hadir mencapai 80 orang dari jenjang TKLB hingga SMALB.
Kepala SLB Negeri Pandaan, Ifa Every Robiansyah, menjelaskan kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan program vokasi sekolah. Di SLB Negeri Pandaan, siswa dibekali program VISIBLE (Vokasi Istimewa Siswa Berbakat Luar Biasa) yang mencakup lima bidang keterampilan, yakni membatik, tata busana, tata rias, make up, dan desain grafis.
“Semua proses dikerjakan langsung oleh anak-anak. Mulai dari membatik, menjahit hingga hasil akhirnya ditampilkan dalam fashion show hari ini,” ujarnya dikutip Rabu, 15 April 2026.
Ia menambahkan, proses pembuatan busana dilakukan secara intensif selama dua hari. Hari pertama dimulai dari pembatikan hingga perancangan pola, kemudian dilanjutkan proses menjahit hingga siap ditampilkan di panggung.
Produk yang ditampilkan dalam fashion show merupakan hasil kolaborasi siswa dengan motif batik khas sekolah bertajuk Tri Sekar, yang mengangkat kearifan lokal Kabupaten Pasuruan.
Ifa menilai, kolaborasi dengan mitra eksternal seperti YESNOW menjadi supporting system penting dalam mengembangkan potensi siswa.
“Kegiatan seperti ini menjadi cara agar potensi mereka bisa dilihat dan didengar,” tegasnya.
Ifa memastikan kolaborasi tidak berhenti pada kegiatan ini. Pihak sekolah membuka peluang kerjasama lanjutan guna mendukung kemandirian siswa melalui program vokasi berkelanjutan.