Indowood Expo 2026 Digelar Lagi di Surabaya, Dorong Ekosistem Industri Kayu dan Mebel Nasional

Pameran Indowood Expo 2026
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Surabaya, VIVA Jatim-Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Expo (Indowood Expo) 2026 kembali digelar untuk kedua kalinya di Grand City Surabaya pada 4-6 Juni 2026. Pameran yang mempertemukan pelaku industri kehutanan, pengolahan kayu, dan manufaktur mebel ini diharapkan menjadi motor penguatan ekosistem industri sekaligus mendorong adopsi teknologi modern di sektor tersebut.

img_title Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Perkuat Industri di Timur Indonesia

Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung mengatakan, Indowood Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk dan teknologi, tetapi juga platform strategis yang mempertemukan industri, investasi, inovasi, dan teknologi dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi.

"Indowood Expo 2026 menghadirkan bukan sekadar pameran, tetapi platform strategis untuk mempertemukan industri dengan teknologi, investasi, dan inovasi dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi," kata Daswar saat pembukaan pameran, Kamis, 4 Juni 2026.

img_title Manufacturing Surabaya 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Manufaktur Timur Indonesia

Menurutnya, pameran yang menempati area seluas 4.000 meter persegi itu menghadirkan puluhan merek dari berbagai bidang, mulai pemasok bahan baku, mesin dan peralatan pengolahan kayu, hingga teknologi komputer dan perangkat lunak terbaru.

Daswar menjelaskan berbagai teknologi yang ditampilkan menawarkan solusi otomatisasi dan sistem produksi berbasis teknologi guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hasil produksi kayu maupun mebel nasional.

img_title Surabaya Printing Expo Hadir 8 Juli 2026, Dorong Transformasi Industri Grafika Nasional

"Melalui Indowood Expo 2026 kami berharap tercipta kolaborasi yang lebih luas antara pelaku industri nasional. Pameran ini juga membuka peluang investasi baru serta transfer teknologi yang dapat memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar internasional," lanjutnya.

Selain menampilkan mesin dan teknologi terkini, pameran juga menghadirkan seminar serta forum diskusi yang membahas perkembangan teknologi produksi, proses finishing, hingga inovasi manufaktur terbaru.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menegaskan, Indowood Expo bukan semata-mata soal transaksi bisnis, melainkan sarana membangun ekosistem industri yang mendukung target ekspor mebel dan kerajinan nasional.

"Yang lebih penting dari pameran ini adalah bagaimana kita membangun ekosistem. Di balik pertumbuhan industri mebel dan kerajinan yang kami targetkan mencapai 6 miliar dolar AS, ada kebutuhan bahan baku, teknologi produksi, hingga dukungan industri mesin yang harus berjalan bersama," ucapnya penuh percaya diri.

Halaman Selanjutnya
img_title