Mahasiswa UC Surabaya Ubah Musik Jadi Karya Visual, Angkat Emosi dan Kesehatan Mental Generasi Z

Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Menunjukkan Karya Visual dalam Pameran Feel the Emotion: Of The Sound, Image & Synesthesia.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Di tengah meningkatnya kesadaran Generasi Z terhadap kesehatan mental dan pentingnya ekspresi diri, mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra (UC) Surabaya menghadirkan cara unik untuk menerjemahkan emosi manusia melalui karya seni visual.

img_title Raih Adiwiyata Mandiri, Menteri Jumhur Nilai SMAN 1 Gresik Layak Jadi Teladan Nasional

Lewat pameran bertajuk Feel the Emotion: Of the Sound, Image, & Synesthesia, mahasiswa semester dua VCD mengajak publik tidak hanya mendengar musik, tetapi juga melihat dan merasakan emosi yang terkandung di dalamnya melalui berbagai karya visual kreatif.

Pameran yang berlangsung di Copreneur Universitas Ciputra tersebut menampilkan puluhan karya mahasiswa yang berangkat dari empat lagu orisinal ciptaan mereka sendiri. Para mahasiswa tidak hanya menciptakan musik dan lirik, tetapi juga menerjemahkan makna lagu ke dalam berbagai medium visual seperti album cover, poster, fotografi, ilustrasi, hingga identitas visual yang saling terhubung.

img_title Sebanyak 618.479 Murid Baru di Jatim Ikuti MPLS Mulai 13 Juli, Dindik Larang Perpeloncoan

Dosen Visual Communication Design Universitas Ciputra, Pandu R. Utomo, menjelaskan proyek ini dirancang untuk memperluas pemahaman mahasiswa tentang desain sebagai media komunikasi yang mampu menjangkau lebih dari sekadar aspek visual.

"Desain yang baik tidak hanya dinikmati oleh mata. Desain mampu menjangkau pancaindra lain, berinteraksi dengan bunyi, sentuhan, rasa manusia, menciptakan kesan, menggelitik pikiran, sekaligus mengolah emosi. Melalui proyek ini mahasiswa belajar bagaimana sebuah pengalaman dapat diterjemahkan menjadi komunikasi visual yang bermakna," ujarnya. Jumat, 12 Juni 2026.

img_title Khofifah Sebut Proses Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Berjalan Lancar

Menurut Pandu, pendekatan tersebut semakin relevan di tengah perkembangan industri kreatif global yang bergerak menuju pengalaman yang lebih imersif dan multisensori. Desainer masa kini tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang estetis, tetapi juga mampu membangun hubungan emosional yang kuat dengan audiens.

Hal itu tercermin dalam karya-karya mahasiswa yang banyak mengangkat tema dekat dengan kehidupan Generasi Z, mulai dari pencarian jati diri, hubungan keluarga dan pertemanan, kehilangan, harapan, hingga refleksi terhadap pengalaman hidup sehari-hari.

Ketua pameran, Benaya Christofer F., mengatakan konsep pameran terinspirasi dari fenomena synesthesia, yaitu kondisi ketika seseorang dapat merasakan keterhubungan antarindra, seperti melihat warna saat mendengar suara tertentu.

"Biasanya musik hanya didengar. Dalam pameran ini kami mencoba menerjemahkan musik menjadi pengalaman visual yang bisa dilihat dan dirasakan. Setiap karya memiliki cerita, suasana, dan emosi yang berbeda sesuai pengalaman kreatornya," kata Benaya.

Halaman Selanjutnya
img_title