Pendapatan Asia Pramulia Tumbuh 27,43 Persen pada Kuartal I 2026
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Asia Pramulia (ASPR) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 27,43 persen pada kuartal I tahun 2026. Hingga Maret 2026, perusahaan manufaktur kemasan plastik tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp78,29 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba tahun berjalan Perseroan juga mencapai Rp3,03 miliar.
Kinerja positif tersebut disampaikan manajemen ASPR dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Mercure Hotel Grand Mirama Surabaya, pada Selasa, 9 Juni 2026 lusa kemarin.
Direktur Utama ASPR, Ricky Winoto menyampaikan, dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan Perseroan, termasuk Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 yang mencakup laporan kegiatan usaha dan laporan pengawasan Dewan Komisaris.
"Pemegang saham juga mengesahkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan," ujarnya melalui keterangan pers, Jumat, 12 Juni 2026.
Dengan disetujuinya laporan tahunan dan laporan keuangan tersebut, pemegang saham memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan sepanjang tahun buku 2025.
Pada agenda berikutnya, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,75 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,75 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai final tahun buku 2025, Rp4,06 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, dan sisanya sebesar Rp2,94 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.
Selain itu, pemegang saham juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026, sekaligus menetapkan honorarium dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris.
Pada hari yang sama, Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) tahun 2025 guna mendukung optimalisasi strategi bisnis dan pengembangan usaha.
Ricky menambahkan, prospek usaha Perseroan tetap positif. Optimisme tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan kemasan dari sektor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan minyak goreng.