RS Wates Husada Terapkan Pendekatan Keluarga untuk Pasien Narkoba

Dirut RSWH Gresik dr. Titin Ekowati dan Kepala BNNP Jatim.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim-Rumah Sakit Wates Husada (RSWH) Balongpanggang resmi menghadirkan fasilitas rehabilitasi narkoba yang dirancang untuk membantu para korban penyalahgunaan zat terlarang kembali menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.

img_title Pelabuhan Memiliki Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Pangan

Fasilitas rehabilitasi yang berada di gedung khusus lantai tiga tersebut memiliki kapasitas hingga 10 sampai 15 pasien. Lokasinya sengaja ditempatkan terpisah dari ruang perawatan umum guna mendukung proses pemulihan yang lebih optimal dan nyaman bagi pasien.

Layanan rehabilitasi ini diperuntukkan bagi pasien laki-laki dan perempuan. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan kapasitas fasilitas yang tersedia saat ini. Namun, RSWH telah menyiapkan rencana pengembangan layanan agar ke depan dapat menjangkau pasien rehabilitasi narkoba lebih banyak.

img_title Polres Gresik-Kejari Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Direktur Utama RSWH, dr Titin Ekowati, mengatakan tempat rehabilitasi narkoba berada dilantai tiga, dipisahkan dengan tempat perawatan umum. Juga bisa menampung 10-15 pasien rehabilitasi narkoba, baik laki-laki maupun perempuan.

Kehadiran layanan rehabilitasi narkoba merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia.

img_title Raih Adiwiyata Mandiri, Menteri Jumhur Nilai SMAN 1 Gresik Layak Jadi Teladan Nasional

"Melalui fasilitas ini, kami sudah bisa melayani pasien yang membutuhkan rehabilitasi narkoba. Kami menyiapkan beberapa kamar perawatan dan sumber daya manusia yang telah mendapatkan pelatihan bekerja sama dengan BNNP," ujarnya.

dr Titin menambahkan, rehabilitasi tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menyentuh akar persoalan yang mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Karena itu, RSWH mengedepankan pendekatan kekeluargaan selama proses pemulihan berlangsung.

"Selain rehabilitasi secara medis, kami juga melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Dengan cara itu, berbagai persoalan yang mereka hadapi hingga akhirnya menggunakan narkoba dapat diidentifikasi dan dibantu penyelesaiannya," katanya.

Dokter yang juga menjabat Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Gresik itu menegaskan bahwa rehabilitasi merupakan langkah penting dalam menyelamatkan masa depan korban penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, mereka membutuhkan kesempatan untuk pulih dan kembali diterima di tengah masyarakat.

"Kami ingin memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Tempat rehabilitasi narkoba ini kami jalankan bekerja sama dengan BNN, dan kami akan terus berupaya menjaga kualitas pelayanan agar proses pemulihan pasien berjalan maksimal," tutur.

Halaman Selanjutnya
img_title