Daewoong–Siloam Ungkap Ancaman Penyakit Jantung dan Ginjal bagi Penderita Diabetes
- Mokhamad Dofir
Surabaya, VIVA Jatim-Diabetes melitus tidak hanya identik dengan tingginya kadar gula darah. Penyakit ini juga menjadi pintu masuk bagi berbagai komplikasi serius, terutama serangan jantung dan gagal ginjal yang kerap datang tanpa gejala pada tahap awal.
Ancaman tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan edukasi kesehatan bertajuk 'Silent but Deadly: Serangan Jantung pada Penderita Diabetes' yang diselenggarakan Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama Siloam Hospitals Surabaya, Sabtu, 20 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para pakar kesehatan menyoroti masih tingginya angka komplikasi kardiorenal pada penyandang diabetes di Indonesia akibat rendahnya deteksi dini dan pengendalian gula darah.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi Metabolik dan Diabetes, dr Soebagijo Adi Soelistijo mengatakan, komplikasi jantung dan ginjal sering kali baru diketahui ketika kondisinya sudah cukup berat.
"Tantangannya adalah karena dua komplikasi ini munculnya terlambat. Early detection kita masih belum maksimal sehingga kebanyakan pasien sudah mengalami komplikasi kardiorenal baru kemudian datang berobat," ujarnya.
Menurut dr Adi, rendahnya tingkat pengendalian diabetes juga menjadi faktor utama tingginya kasus komplikasi. Ia menyebut hanya sekitar 30 persen pasien diabetes yang menjalani pengobatan berhasil mencapai target HbA1c di bawah 7 persen.
"Artinya sekitar 70 persen pasien masih belum terkendali dengan baik. Karena itu komplikasi kardiorenal juga masih tinggi," lanjutnya.
Sebagai langkah antisipasi, Soebagijo menekankan pentingnya pemeriksaan rutin, termasuk pemeriksaan HbA1c setiap tiga bulan sekali untuk memantau kendali gula darah. Selain itu, pemeriksaan kebocoran protein dalam urine juga perlu dilakukan secara berkala guna mendeteksi gangguan ginjal sejak dini.
"Kalau ditemukan lebih awal, kita bisa melakukan intervensi lebih cepat sehingga risiko kerusakan organ yang lebih berat dapat dicegah," tambahnya.
Sementara itu, Medical Affairs Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dr Haritsah menegaskan, edukasi kesehatan merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan selain menghadirkan inovasi terapi bagi pasien.
"Sebagai perusahaan farmasi, kami tidak hanya menyediakan obat-obatan, tetapi juga sangat peduli terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Edukasi seperti ini berperan penting untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap risiko komplikasi diabetes," katanya.